oleh

Imigrasi Sebut Hanya 11 WNA Tinggal di Luwu, Komisi I DPRD tak Yakin

LUWU, TEKAPE.co – Komisi I DPRD Luwu menggelar rapat kordinasi (Rakor) pencegahan penyebaran virus corona, di kantor DPRD Kabupaten Luwu, Selasa, 17 Maret 2020.

Dalam Rakor itu, Komisi I mengundang Kantor Imigrasi Palopo, untuk mengetahui secara pasti jumlah warga negara asing (WNA) yang ada di Kabupaten Luwu.

Dalam pertemuan itu, anggota komisi I DPRD Luwu tidak yakin jumlah WNA di Luwu yang hanya 11 orang.

Menanggapi hal itu, Kasubid Pelayanan Imigrasi Palopo, Syamsul, didampingi rekannya Yusuf dan Fahmi, mengatakan, pihaknya juga melakukan beberapa langkah pencegahan mengantisipasi penyebaran virus corona sesuai SOP dari pemerintah pusat.
 
“Pemberian izin tinggal bagi WNA saat ini kami batasi, sehubungan wabah corona. Kami juga mencatat dan memantau ada 11 orang WNA di Kabupaten Luwu ini (2 keluarga) yang menggunakan izin tinggal terbatas sebagai investor,” ungkap ¬†Syamsul.

Imigrasi Palopo dengan status kelas III mencatat, sekaitan dengan pelayanan paspor di tahun ini mengalami penurunan drastis dalam tiga bulan.

Hal ini salah satunya akibat dampak pembatasan orang melakukan ibadah umrah.

“Pelayanan paspor saat ini terjadi penurunan drastis. Per Januari, hanya ada 1.800 pemohon, di Februari turun menjadi 1.700 pemohon dan Maret ini tersisa 539 pemohon saja,” kata Syamsul.

Ketua Komisi I DPRD Luwu, Nuralam Ta’gan S.Fil, M.Si, mengatakan, berdasarkan pemantauan anggota DPRD Luwu, khususnya di wilayah Walmas, pihaknya yakin, jumlah WNA yang tercatat di Imigrasi tidak hanya 11 orang.

Hal itu ia katakan karena di perusahaan PT Bua di Walmas saja ada beberapa orang WNA yang berasal dari China.

Di lain sisi pula para perusahaan tersebut masuk barang-barang dari Cina

“Kami yakin sekali di Luwu ini bukan hanya 11 orang WNA. Melainkan ada puluhan orang di beberapa perusahaan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta Tim Satgas yang dibentuk Bupati Luwu untuk melakukan pemantauan keberadaan WNA dalam kaitan penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona ini. (ham)

Komentar

Berita Terkait