oleh

Fasilitasi 11 Unit HP, Bupati Morut Bangun Kolaborasi PMI dan PSC Tangani Covid-19

MORUT, TEKAPE.co – Bupati Morowali Utara (Morut), Dr Delis J. Hehi akan memberikan andil yang signifikan dalam menangani pandemi COVID-19 di Morowali Utara kepada Pusat Layanan Masyarakat (Public Service Center-PSC) Kementerian Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ia berhadap, kedua organisasi ini dapat sinergis dan efektif menjalin kolaborasi dalam menangani masyarakat yang terpapar.

Bupati Delis mengemukakan, hal itu saat memberikan arahan pelaksanaan tugas kepada jajaran PSC Morut yang dipimpin Paltarim Balirante dan Ketua PMI Morut Febriyanti DJ. Hehi Hongkiriwang dalam bersinergi melaksanakan penanganan masyarakat yang terpapar COVID-19.

“Sebenarnya fungsi PSC ini tak hanya urusan COVID-19, tetapi banyak hal lainnya terkait kesehatan masyarakat, tapi kali ini, PSC kita fokuskan dulu menangani COVID-19 bersama PMI, terutama dalam penanganan masyarakat yang terpapar,” ujar Delis.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas pelayanan tersebut, Bupati Delis menyerahkan 11 buah telepon seluler bersama kartu nomor telepon Telkomsel yang akan disebarkan ke-10 kecamatan se-Kabupaten Morut dan sebuah lagi untuk Sekretariat PSC yang akan menjadi call center (pusat panggilan) yakni nomor 0811-4215-119.

Delis menjelaskan bahwa semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan karena diduga terpapar COVID-19, dapat menghubungi call center PSC dengan nomor telepon 0811-4215-119, baik panggilan langsung maupun pesan singkat atau Whatsapp dan memberikan penjelasan mengenai tempat tinggal, data diri keluhan atau kebutuhan pelayanan.

PSC kemudian mengumpulkan informasi tersebut lalu setiap pagi pada pukul 09.00 Wita, PSC melaporkan ke Gugus Tugas COVID-19 di Kecamatan.

Lalu gugus tugas COVID Kecamatan mengirimkan info tersebut ke desa/kelurahan warga yang bersangkutan, lalu petugas di desa tersebut segera mengunjungi warga yang melapor dan meminta pelayanan ke PSC.

Paling lambat pukul 11.00 Wita, petugas desa sudah melapor ke gugus tugas tingkat kecamatan terkait hasil kunjungannya disertai informasi mengenai kondisi warga bersangkutan.

Paling lambat pukul 13.00 Wita dan gugus tugas kecamatan sudah melaporkan koleksi informasi dari desa-desa ke PSC di ibu kota kabupaten.

PSC sendiri kemudian melakukan triase atau pemilahan dengan beberapa scoring, mana yang harus isolasi mandiri dan mana yang harus segera dirujuk ke Puskesmas atau ke RSU Kabupaten oleh gugus tugas di masing-masing kecamatan.

“Khusus yang menjalani isolasi mandiri, data-datanya dilaporkan oleh PSC ke PMI yang bermarkas di Gedung PSC. Para relawan PMI seperti Relawan Magasi (Masyarakat gencar atasi COVID-19) kemudian akan turun membagikan paket-paket sehat yakni bantuan sosial berupa obat-obatan dan bahan makanan penguat imunitas tubuh,” ujar Delis.

Sementara itu Ketua PMI Morut Febriyanthi DJ. Hehi Hongkiriwang mengatakan bahwa para relawan PMI sedang gencar membagi-bagikan paket sehat kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di semua desa di 10 kecamatan se-Morut.

Penyaluran ini dilakukan melalui Puskesmas-puskesmas, lalu para relawan PMI yang membagikan kepada mereka yang berhak menerima, yakni mereka yang masih sedang dalam tahap isolasi mandiri.

Paket-paket sehat yang terdiri atas obat-obatan, vitamin dan bahan makanan/minuman tersebut diperoleh dari para donatur yang peduli dengan penanganan COVID-19 seperti perusahaan tambang nikel GNI, COR, dan sejumlah perusahaan lain.

Bupati Delis memberikan apresiasi kepada masyarakat yang semakin tinggi kepeduliannya terhadap penanganan pandemi virus corona di Morut dengan menerapkan protokol kesehatan serta memberikan donasi dalam berbagai bentuk untuk membantu warga yang terpapar virus berbahaya tersebut. (hms)

Komentar

Berita Terkait