oleh

ESSAY: Poros Kehidupan

Oleh: Risaldi
(Ketua Bidang Perkaderan PC IMM Palopo Periode 2019-2020)

SESUNGGUHNYA kepunyaan Allah lah yang di langit dan di bumi yang maha agung pemilik semesta alam begitulah kita yang meyakini sebagai makhluk yang taat.

Namun ada saja mereka yang mengingkari pengakuan ini bahkan sampai mendustakan ke kuasaan sang khalik sekalipun ia melihat tanda tandanya.

Yah begitulah jalan yang masing-masing kita pilih tentu setiap pilihan yang melahirkan tindakan akan memiliki masing masing konsekuensi di dalamnya.

Benar atau tidaknya jalan yang kita pilih itu tegantung kita yang memilih.

Karena itulah Allah telah memberikan rambu rambu kehidupan sehingga ketika pilihan perjalanan yang kita jalani tetap pada poros kebaikan maka dengan itu akan mengantarkan setiap kita kepada kebaikan hidup di kehidupan selanjutnya

Dan mereka yang memilih jalan yang melanggar rambu rambu kehidupan maka di dalam perjalanan kehidupan yang mereka akan tempuh akan mengakibatkan keluarnya dari poros kehidupan yang baik, sehingga di dalam perjalanan kehidupan mereka akan sibuk mengurusi aktivitas keburukan.

Begitulah Allah mengapa banyak mengisahkan tentang kisah orng orang terdahulu di dalam Al Quran agar kita mampu memetik ibroh dalam setiap kejadian.

Nah bagaimna dengan kita?posisi kita berada dimana? Jawabannya tentu ada pada diri kita masing masing.

Sisanya kita perbaiki diri masing masing yang sudah pada poros kebaikan mari kita istiqomahkan poros itu karena dengan itu adalah modal baik di kehidupan selanjutnya.

Dan bagi kita yang berada poros yang berlawanan mari sadarkan diri kita bahwa perjalanan kehidupan dunia kita akan memiliki ujung nah sebelum sampai pada ujung poros kehidupan dunia, maka kita harus mengembalikan diri kita kepada poros yang baik dengan ‘Bertaqarrub Ilallah’ (memperdekatkan diri kepada Allah) agar penyesalan yang tak bertuan dikemudian hari tidak terjadi.

Billahi fii sabililhaq
Fastabiqulkharot

Komentar

Berita Terkait