oleh

Dugaan Suap Jelang Musda Golkar Palopo, Oknum ASN Terlibat Tawari Rp30 Juta ke Pimcam

PALOPO, TEKAPE.co – Jelang musyawarah daerah (Musda) Golkar Kota Palopo, beredar dugaan suap yang jumlahnya hingga puluhan juta rupiah per suara.

Dugaan suap itu diduga dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di kota Palopo, berinisial AL.

Suap yang dilakukan oleh oknum ASN tersebut untuk mendukung salah satu calon ketua.

Salah satu agenda Musda adalah pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar kota Palopo periode 2021-2026.

Dua nama yang telah mendaftar sebagai kandidat Ketua Golkar Palopo, yakni Wakil Wali Kota Palopo Rahmat Masri Bandaso dan Ketua DPRD Palopo Hj Nurhaenih.

Minggu 16 Mei 2021, Tekape.co, sempat bertemu dengan orang yang mengaku diberi uang tunai mendukung salah satu calon yang hendak maju.

Orang yang diberi uang ini merupakan pemegang suara dalam Musda, yaitu pimpinan kecamatan (pincam) Partai Golkar.

Masli (49) adalah salah satunya. Pria yang menjabat sebagai pincam Partai Golkar Telluwanua, mengaku diberikan uang untuk mengalihkan dukungannya dari Rahmat Masri Bandaso ke Hj Nurhaenih.

“Siang tadi sekira pukul 14.00 Wita, ada dua orang datang membawa uang sekitar Rp 30 juta dan surat untuk mencabut dukungan dari Rahmat Masri Bandaso ke Hj Nurhaenih,” kata Masli.

Tawaran tersebut tidak datang lansung dari Nurhaenih. Adalah AL, oknum ASN disebut memberikan tawaran tersebut.

Meski demikian, tawaran itu ditolak tegas oleh Masli.

Senada disampaikan Sabori, Pincam Partai Golkar Sendana.

“Kalau saya langsung kembalikan uang itu ke AL,” tutur Sabori.

Keduanya mengaku mendapatkan tawaran uang dari orang yang sama. Nilainya sekitar Rp 30 juta. Tapi keduanya mengaku kompak menolak tawaran tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi jelas apakah benar uang tersebut dari pihak Nurhaenih. (*)

Komentar

Berita Terkait