oleh

Dugaan Korupsi Pipa di Palopo, Polda Sulsel Tetapkan 7 Tersangka

MAKASSAR, TEKAPE.co – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Pipa di Palopo.

BPK menemukan, kerugian negara sekitar Rp5,5 miliar, dari total anggaran tahun 2016 sebesar Rp15.049.110.000.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Selasa 5 November 2019, mengatakan, penyidik menaikkan status dari saksi ke tersangka setelah dilakukan gelar perkara.

Pengawasan Pengadaan Bangunan Pengambilan Air Bersih itu dianggarkan pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo tahun anggaran 2016.

“Kerugian keuangan negara itu berdasarkan hasil perhitungan BPK RI sebesar Rp5.543.391.996,91,” jelasnya.

Tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya Irwan Arnold dan Fauziah Fitriani selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) serta Hamsyari dan Anshar Dachri selaku kelompok kerja (Pokja).

Sementara tiga tersangka lainnya adalah para direktur perusahaan dalam proyek pengadaan instalasi pipa tersebut.

Mereka adalah Muh Syarif selaku Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres selaku Direktur PT Duta Abadi, serta Bambang Setijowidodo, Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Proyek pengadaan pipa atau instalasi pengolahan air (IPA) di Kota Palopo tersebut dibangun di wilayah Kecamatan Wara Barat dan Kecamatan Telluwanua dengan menggunakan anggaran tahun 2016 sekitar Rp15 miliar, atau tepatnya Rp 15.049.110.000.

Polda Sulsel mulai menyelidiki kasus ini pada 2017 dengan dugaan awal jaringan pipa air yang dibangun di dua kecamatan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. (rindu)

Tujuh tersangka itu adalah:

  1. Ir Irwan Arnold, ST, selaku PPK
  2. Fausiah Fitriani, ST, selaku PPK
  3. Hamsyari, ST, selaku POKJA
  4. Anshar Dachri, selaku POKJA
  5. Ir Muhammad Syarif, selaku Direktur PT Indah Seratama
  6. Drs. Asnam Andres, selaku Direktur PT Duta Abadi
  7. Bambang Setijowidodo, selaku Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi. (*)

Komentar

Berita Terkait