oleh

Dua Pincam Golkar Persoalkan Kader yang Beberkan ‘Angpao’ Rp30 Juta Jelang Musda

PALOPO, TEKAPE.co – Dua kader partai Golongan Karya (Golkar) Kota Palopo yang juga Pimpinan Kecamatan (Pincam), yakni Saiful Ali dan Haryono Wardi, menyayangkan langkah yang diambil oleh dua kader Golkar, yakni Sabori dan Masli membuka aib partai ke publik.

Bahkan, Saiful dan Haryono mengancam akan melaporkan ke DPD II, DPD I, dan DPP hingga ke Mahkamah Partai.

Hal itu terkait pemberitaaan yang beredar mengenai adanya dugaan pemberian uang kepada Pincam menjelang Musda Golkar Kota Palopo.

BACA JUGA:
Dugaan Suap Jelang Musda Golkar Palopo, Oknum ASN Terlibat Tawari Rp30 Juta ke Pimcam

Syaiful, dalam rilisnya, Minggu 16 Mei 2021, mengatakan, apa yang dilakukan kedua kader Golkar tersebut telah mencederai Marwah partai.

Sebab hal itu berkaitan dengan proses Musda Golkar yang sedang berjalan.

Seharusnya, kata dia, jika hal tersebut dianggap ada yang keliru, semestinya diselesaikan secara internal, bukan dibeberkan ke publik.

“Apa yang dilakukan kader tersebut, dengan berbicara di media terkait dengan proses Musda yang sedang berjalan adalah bentuk nyata membuka aib dan menciderai marwah partai,” kata Saiful.

Untuk itu, Saiful mendesak pimpinan partai untuk segera mengevaluasi dua kader Pincam tersebut untuk segera diberikan sanksi.

Bahkan, pihaknya akan segera melaporkan persoalan tersebut ke Pimpinan Partai, baik di tingkatan DPD II, DPD I dan DPP hingga ke Mahkamah Partai.

“Kami mendesak pimpinan partai untuk mengevaluasi dua kader Pincam, untuk diberi sanksi kepartaian,” tegasnya.

Senada dengan itu, Pimpinan Golkar Kecamatan Wara Timur, Haryono Wardi menyebutkan, pemberitaan di media terkait proses Musda yang dibeberkan oleh Masli dan Sabori sangat merusak opini publik terhadap eksistensi partai Golkar di Kota Palopo.

Isu tersebut secara politik akan merusak citra partai Golkar, bukan hanya di momentum musda Golkar saat ini saja, tetapi akan berefek panjang pada momentum-momentum politik kedepan, baik pemilu legislatif, pilpres, Pilgub hingga Pilkada.

“Pemberitaan ini sangat merusak opini publik. Ini bukan hanya berpengaruh pada kepentingan jangka pendek tapi juga kepentingan jangka panjang partai,” kata Haryono.

Untuk itu, sanksi tegas untuk kedua kader, yakni Masli dan Sabori harus segera diturunkan oleh para pimpinan Partai. (*)

Komentar

Berita Terkait