oleh

Ditinggal Mudik, Asrama Putri Lutra di Makassar Diobrak-abrik Maling

MAKASSAR, TEKAPE.co – Akibat ditinggal mudik, Asrama Mahasiswi Luwu Utara bagian Putri di Luwu Utara dibobol maling.

Mahasiswa pulang kampung karena diliburkan kampus selama adanya wabah virus covid-19.

Pembobolan asrama itu baru diketahui Senin 1 Juni 2020. Itu setelah Ibu RT mengecek asrama.

Dikabarkan, barang-barang berharga mahasiswa di dalam asrama ludes digasak maling. Pelaku juga tidak hanya mengambil barang berharga, tapi juga merusak perabot mahasiswi.

Ketua Aspuri Lutra di Makassar, Widya Arnita, dalam rilisnya, menyampaikan, pembobolan asrama belum bisa dipastikan kapan.

“Sebab kebetulan teman-teman asrama juga semuanya lagi di kampung, tidak ada yang tinggal. Kita hanya titip pesan di Ibu RT untuk melihat asrama dan kejadian ini juga Ibu RT yang sampaikan. Ibu RT chat salah satu teman asrama di FB katanya, ada 2 kamar yang terbuka pintunya,” tutur Widya Arnita.

Kejadian itu juga dibenarkan oleh salah satu rekannya  yang tinggal di sekitar asrama, setelah mengecek asrama bersama RT untuk melihat keadaan apakah kejadian itu betul atau tidak.

Setelah dihubungi oleh penghuni asrama untuk mengecek keadaan asrama. Dan betul adanya bahwa Aspuri kemasukan pencuri lagi.

Dikabarkan, pencuri itu melakukan aksinya untuk masuk ke asrama melalui pagar belakang asrama.

“Ada beberapa barang berharga yang diambil seperti salah satunya uang. Saya juga sebenarnya jadi korban, lemari-lemari di asrama juga dirusak, dan sangat tidak layak lagi untuk dipakai lagi,” ujarnya.

Ia berharap perhatian dari pemerintah untuk memperhatikan keamanan anak-anak mahasiswa Luwu Utara yang tinggal di asrama, karena ini merupakan kejadian yang bukan kali pertama, tapi sudah sangat sering terjadi.

“Saya dan mewakili harapan juga keinginan teman-teman asrama itu, yah pemerintah lebih memperhatikan keamanan kami lagi selaku mahasiswa yang tinggal di asrama, apalagi kita ini perempuan, dan kejadian ini bukan pertama kalinya, sudah sangat sering, tapi yah memang ini yang paling parah sampai merusak perabot asrama dan lain-lainnya. Tapi yang terpenting, agar dibenahi masalah keamanan, apalagi kita ini perempuan,” tegas Widya. (*)

Komentar

Berita Terkait