oleh

Diberitakan Bantuan tak Layak Konsumsi di Palopo, Korda Balasa Kemenparekraf Sulsel Layangkan Keberatan

PALOPO, TEKAPE.co – Koordinator Daerah (Korda) Balasa Provinsi Sulsel, Arianto Burhan Makka, melayangkan keberatan atas pemberitaan yang menyebut sejumlah bantuan yang diberikan ke pelaku ekonomi kreatif di Palopo, sudah tak layak konsumsi.

Bantuan berupa Bahan Lauk Pauk Siap Saji (Balasa) dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu diserahkan lewat Disparekraf Kota Palopo, Senin 30 Juni 2020.

BACA JUGA:
Warga Murante Palopo Terima Bantuan Tak Layak Konsumsi, Ikan Tuna pun Busuk

Koordinator Daerah Balasa Provinsi Sulsel, Arianto Burhan Makka, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Tekape.co, Rabu 1 Juli 2020, menyampaikan klarifikasi terhadap informasi yang menyebut bantuan yang tak layak konsumsi itu.

“Pertama, kami sampaikan bahwa prosedur program Balasa Kemeparekraf di Sulsel telah kami jalankan secara ketat, bahkan didokumentasikan setiap itemnya, terkait adanya expired pada produk UKM dipengaruhi berbagai faktor, seperti faktor alam yang mengakibatkan penurunan kualitas produk,” jelasnya.

Kedua, soal tanggal expired pada label produk yang belum habis, yakni tanggal 4 dan atau 11 Juli, ia menegaskan, pihaknya tidak mungkin memberikan bantuan yang habis masa kadaluarsanya.

“Ketiga, kami keberatan adanya pihak tertentu yang menggiring persoalan ini menjadi persoalan politik, dengan memanfaatkan bantuan pemerintah sebagai bahan black campaign calon tertentu. Kami tegaskan, bantuan Balasa Kememparekraf adalah bantuan berskala nasional yang digelar di berbagai provinsi, salah satunya di Sulsel,” katanya.

Ia menjelaskan, produk yang dibagikan merupakan produksi UKM Lokal Sulsel, yang ditunjuk melalui seleksi yang ketat dan disalurkan kepada pekerja industri kreatif terdampak Covid-19 di Sulsel.

“Keempat, kami menyayangkan adanya oknum-oknum tertentu yang sengaja memojokkan calon tertentu menggunakan bantuan Balasa Kemenparekraf ini, termasuk mempergunakan pemberitaan sebagai penguatan motif menyerang karakter penyalur bantuan,” tandas Arianto, yang juga Ketua Garda Nusantara Sulsel itu.

Kelima, karena ulah oknum tersebut dan pemberitaan itu, Arianto menegaskan, pihak Balasa Kemenparekraf Sulsel merasa sangat dirugikan, lantaran produk yang rusak hanya sedikit dan seolah-olah digiring semua mengalami kerusakan.

Arianto juga mengaku sangat mengapresiasi media yang telah menjalankan kontrol sosial dalam pemberitaan.

Hanya saja ia merasa keberatan lantaran tak satupun tim dari Balasa Kemenparekraf Sulsel yang bertanggung jawab dalam penyaluran tersebut dikonfirmasi dalam pemberitaan, minimal berusaha menghubungi pihak-pihak terkait dengan bantuan tersebut.

“Harusnya ada keberimbangan berita. Saya sangat menyayangkan berita ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, upaya klarifikasi sudah dilakukan, dengan mencari tahu siapa penanggungjawab dari bantuan itu, hanya saja, karena informasi itu terlanjur ramai di media sosial, sehingga berita itu dimuat tanpa klarifikasi pihak Kemenparekraf. (*)

Komentar

Berita Terkait