Di Bawah Tekanan Aksi Massa, Pemprov Sulsel Paparkan Alokasi Rp 1 Triliun untuk Luwu Raya
MAKASSAR, TEKAPE.co – Di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik di wilayah Luwu Raya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menyatakan kebijakan penganggaran dalam APBD 2025 tetap mengedepankan pemerataan dan keadilan pembangunan.
Juru bicara Andalan Hati pada Pilgub Sulsel 2024, Irwan ST, mengatakan alokasi pembangunan untuk Luwu Raya tidak hanya bersumber dari APBD murni pemerintah provinsi, tetapi juga diperkuat oleh dana APBN yang dikelola melalui skema tugas pembantuan.
“Tidak ada wilayah yang dianaktirikan. Jika dilihat dari data APBD 2025, anggaran yang dialokasikan Pemprov Sulsel untuk Luwu Raya sebanding, bahkan lebih besar, dibandingkan kontribusi pendapatan daerah yang masuk ke kas provinsi,” kata Irwan, Rabu (28/1/2026).
BACA JUGA: Blokade Trans Sulawesi, Jenderal Mabes Polri Turun Tangan Hadapi Aliansi Wija to Luwu
Berdasarkan data realisasi APBD Sulsel 2025, kontribusi pendapatan dari wilayah Luwu Raya tercatat sekitar Rp806 miliar, yang berasal dari seluruh jenis pajak daerah. Pada saat yang sama, belanja pembangunan yang dialokasikan untuk kawasan tersebut mencapai Rp935 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk sejumlah proyek strategis, antara lain peningkatan konektivitas jalan, penguatan jaringan irigasi, serta pembangunan fasilitas layanan kesehatan.
Sejumlah program dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH).

BACA JUGA: OPINI: Jalan Terblokade, Mobilitas Terputus, Benarkah untuk Warga?
Irwan menyebut, alokasi infrastruktur melalui skema MYC di Luwu Raya menjadi yang terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel, dengan nilai mendekati Rp400 miliar.



Tinggalkan Balasan