Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Di Bawah Cahaya Obor, Warga Tamaona Bulukumba Menjaga Makna Malam Idul Fitri

Cahaya obor menerangi jalan desa saat pawai takbiran keliling di Desa Tamaona, Bulukumba, Kamis (19/3/2026), menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. (ist)

BULUKUMBA, TEKAPE.co – Malam itu, gelap di langit Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, tak sepenuhnya pekat.

Nyala api dari obor-obor bambu yang dibawa ratusan warga justru menghidupkan suasana, memantulkan cahaya kemerahan yang menari di sepanjang jalan desa.

Di tengah suasana Idul Fitri yang penuh kemenangan, gema takbir, tahmid, dan tahlil mengalun bersahutan.

Langkah kaki para peserta pawai obor terdengar ritmis, menyatu dengan lantunan pujian kepada Sang Pencipta.

Kamis malam (19/03/2026), Desa Tamaona seperti kembali ke masa lalu, ketika tradisi menjadi napas utama dalam merayakan hari besar keagamaan.

Ratusan pemuda bersama warga setempat turun ke jalan.

Mereka berjalan beriringan, membawa obor bambu yang menyala terang, menembus gelapnya malam.

Rute yang ditempuh tidak pendek, namun antusiasme tak surut. Justru, semakin jauh langkah kaki mereka, semakin terasa hangat kebersamaan yang terjalin.

Di sisi jalan, warga yang tidak ikut berjalan memilih berdiri di depan rumah masing-masing.

Anak-anak memandang takjub, sementara orang tua tersenyum menyaksikan tradisi yang kembali hidup.

Bagi Kheril Anwar Ringo, kegiatan ini bukan sekadar pawai.

Ia menyebutnya sebagai upaya menghidupkan kembali nilai yang sempat memudar.

“Kami ingin malam kemenangan ini dirasakan oleh semua kalangan.

Pawai obor ini bukan sekadar jalan kaki, tapi simbol semangat pemuda menjaga tradisi Islam di Desa Tamaona,” ujar Kheril.

Menurut dia, inisiatif ini lahir dari kegelisahan para pemuda melihat perayaan malam takbiran yang kian bergeser.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini