Wisuda Santriwati Nurul Jadid Assallange Bua 2026, Camat: Jadilah Teladan dan Harumkan Nama Sekolah
LUWU, TEKAPE.co – Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallange Bua menggelar ramah tamah dan wisuda santriwati tahun 2026 di halaman pesantren, Desa Barowa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Minggu (24/5/2026).
Dalam kegiatan bertema ‘Dalam Naungan Al-Qur’an Mengukir Santri Berakhlak, Berilmu, dan Berdedikasi’ itu, Camat Bua, Jakasadly, berpesan agar para santriwati menjadi teladan di tengah masyarakat dan menjaga nama baik almamater.
“Jadilah teladan di tengah-tengah masyarakat, junjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah, dan harumkan nama sekolah kita,” ujar Jakasadly dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi pengurus yayasan, guru, serta ustaz dan ustazah yang dinilai berhasil membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pondasi agama yang kuat.
“Terima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang telah berdedikasi mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah,” katanya.
Ketua Yayasan Andi Baso Basaleng Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallange Bua, Hj Andi Sitti Nur Opu Daeng Na Gau, menyampaikan bahwa seluruh santri kelas IX Madrasah Tsanawiyah tahun ini dinyatakan lulus.
“Alhamdulillah, tahun ini madrasah tsanawiyah meluluskan 44 santriwati dari 44 peserta. Ini nikmat besar yang patut kita syukuri bersama,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 santri diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an dan 28 santri sebagai penghafal kitab kuning. Selain itu, pihak pesantren juga mewisuda 44 santri kelas VIII serta satu santri Madrasah Aliyah yang menyelesaikan pendidikan Amtsilati.
Tak hanya itu, satu santri kelas VII juga mendapat penghargaan karena berhasil menuntaskan hafalan tiga juz Al-Qur’an.
Menurut Hj Andi Sitti Nur Opu Daeng Na Gau, capaian tersebut menjadi bukti tumbuhnya semangat keilmuan agama di kalangan santri di tengah tantangan zaman.
“Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang cahaya ilmu yang Allah tumbuhkan di dalam hati anak-anak kita. Di saat banyak anak seusia mereka sibuk dengan hal-hal yang melalaikan, anak-anak kita justru menghafal kalam Allah dan mempelajari kitab para ulama,” tuturnya.
Ia pun berpesan kepada para santri agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi diterapkan dalam akhlak, adab, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kelulusan hari ini bukan akhir perjalanan. Ilmu yang kalian bawa jangan hanya berhenti di kepala, tetapi hidupkan dalam akhlak, adab, dan pengabdian kepada umat,” pesannya.
Camat Bua juga menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallange Bua.
Turut hadir dalam kegiatan wisuda tersebut Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja, pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren Drs. K.H. Hamir Hamid Aly, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Luwu Sudirman Mahide, Pemerintah Desa Barowa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para wali santri. (hms)






Tinggalkan Balasan