Jelang Iduladha, DLH DKI Ajak Warga Terapkan Kurban Ramah Lingkungan
JAKARTA, TEKAPE.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak masyarakat menerapkan konsep EcoQurban pada perayaan Iduladha 1446 Hijriah.
Langkah ini dilakukan untuk menekan timbulan limbah dan menjaga kebersihan lingkungan selama proses penyembelihan hewan kurban.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan konsep EcoQurban menitikberatkan pada pelaksanaan kurban yang lebih ramah lingkungan, mulai dari proses pemotongan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
BACA JUGA: IMIP Bagikan 22 Sapi Kurban untuk Desa dan Instansi di Bahodopi Jelang Idul Adha
“EcoQurban ini selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban, tidak hanya dalam proses pelaksanaannya, tetapi hingga tahap distribusi daging kurban,” ujar Dudi dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
DLH memperkirakan jumlah hewan kurban yang akan dipotong di Jakarta tahun ini mencapai 77.436 ekor.
Jumlah tersebut dinilai berpotensi menimbulkan limbah cukup besar, mulai dari darah, sisa organ hewan, hingga tingginya penggunaan air selama proses penyembelihan dan pembersihan area kurban.
Menurut DLH, setiap hewan kurban membutuhkan sekitar 500 sampai 1.000 liter air dalam proses pemotongan dan pembersihan. Karena itu, pengelolaan limbah dinilai penting agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Air bekas pencucian juga perlu dipastikan tidak lagi mengandung darah agar tidak mencemari saluran air dan masih dapat dimanfaatkan, misalnya untuk menyiram tanaman,” tuturnya.
DLH juga meminta panitia kurban menampung darah hewan di wadah tertutup yang telah diberi desinfektan.
Sementara limbah organik dianjurkan untuk ditimbun atau diolah menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF).






Tinggalkan Balasan