Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Data BPS: Pertanian Bangkit, Luwu Timur Siap Jadi Motor Baru Ekonomi Daerah

Grafis kondisi pertanian di Luwu Timur. (ist)

MALILI, TEKAPE.co Di tengah geliat pemulihan ekonomi nasional, Kabupaten Luwu Timur mulai menunjukkan arah baru. Tak lagi hanya bertumpu pada sektor tambang, daerah berjuluk Bumi Batara Guru ini kini serius menggenjot sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi masa depan.

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam beberapa tahun terakhir.

Sempat terpuruk akibat kontraksi -1,65 persen pada 2022, sektor ini kini perlahan bangkit. Dampak fluktuasi harga komoditas dan perubahan iklim yang sempat menekan petani mulai teratasi seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional.

Memasuki 2023, sektor pertanian kembali tumbuh dan diproyeksikan terus menguat hingga 2025 dengan angka pertumbuhan nasional mencapai 5,53 persen.

Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Luwu Timur. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, daerah ini diyakini mampu melampaui capaian tersebut.

Komoditas unggulan seperti lada, kelapa sawit, dan padi menjadi andalan utama. Di kawasan Towuti, misalnya, pengembangan lada terus didorong untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Sementara itu, sektor perikanan di wilayah pesisir Malili juga mulai menunjukkan geliat. Pelaku usaha perikanan didorong memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan kini fokus pada pembenahan dari hulu ke hilir.

Mulai dari penguatan infrastruktur pertanian, peningkatan kapasitas petani, hingga hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi secara angka, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan tren pertumbuhan yang terus menanjak sejak 2023, sektor pertanian Luwu Timur kini berada di jalur strategis sebagai pilar ekonomi baru, berdampingan dengan sektor pertambangan yang selama ini mendominasi.

Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Luwu Timur akan menjelma menjadi salah satu kekuatan ekonomi berbasis agrikultur di Sulawesi Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini