oleh

Cegah PMK, Bidang Peternakan dan Keswan Luwu Kembali Lakukan Vaksinasi Hewan Ternak

LUWU, TEKAPE.co – Bidang Peternakan dan Keswan pada Dinas Pertanian Kabupaten Luwu kembali melakukan Vaksinasi PMK. Kali ini Tim Vaksinasi PMK melakukan vaksinasi pada hewan ternak di Wilayah Kecamatan Lamasi, dan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Rabu, 07 September 2022.

Dimana sebelumnya, jajaran Tim Vaksinasi yang dibawahi Bidang Peternakan dan Keswan ini telah melakukan vaksinasi hewan ternak di Kecamatan Bua, dan Bastem utara.

Kabid Peternakan, Alimus, S.Ip., M.Si, mengatakan, vaksinasi yang dilakukan di Kecamatan Lamasi Timur dan Lamasi, sebab di kedua wilayah tersebut juga sudah terdapat ternak yang terindikasi PMK.

“Jumlah ternak yang telah divaksin untuk Kabupaten Luwu, 856 ekor, yakni sapi 706 ekor, kerbau sebanyak 134 ekor dan ternak kecil sebanyak 16 ekor,” ujarnya.

Lanjut, Alimus menyampaikan pelaksanaan vaksinasi ini terkadang pemilik ternak kecil seperti babi, ataupun kambing juga menginginkan agar ternaknya juga menjadi sasaran vaksinasi.

Namun kata dia, karena ketersediaan vaksin masih sedikit sehingga diutamakan lebih dulu ternak besar sebab yang terkena PMK saat ini untuk wilayah Luwu adalah sapi dan kerbau.

“Ternak yang terkena kasus PMK saat ini dalam wilayah Kabupaten Luwu yakni sapi dan kerbau, belum ada laporan yang kami terima dan mudah-mudahan tidak ada ternak kecil yang tekena,” ungkapnya.

Dalam kegiatan vaksinasi PMK ini, Alimus menyampaikan apresiasinya kepada pihak Pemerintah setempat, TNI, Polri yang senantiasa membantu dalam kegiatan vaksinasi ternak ini.

“Bapak dari Kepolisian dan TNI senantiasa mendampingi kami ketika kami turun melakukan vaksinasi, sudah beberapa kali kami laksanakan kegiatan ini mereka sangat eksis dan antusias untuk ikut. Kami sangat berterima kasih kepada mereka semua yang telah berperan aktif dalam kelancaran pelaksanaan vaksinasi ini,” ucap, Alimus.

Sementara itu, Medik veteriner Kabupaten Luwu, drh. Sitti Aripah Muslim, mengatakan ternak yang dilakukan vaksin ini diutamakan ternak besar seperti sapi dan kerbau karena vaksin yang di dapat masih terbatas. “amun jika kita dapat alokasi vaksin lagi kita upayakan untuk menyasar ternak kecil,” ujarnya.

Staf senior di Bidang Peternakan, Masrullah, SP, mengatakan dalam melakukan vaksinasi ternak sangat sulit jika dibanding melakukan vaksinasi pada manusia, karena terkadang ternak tersebut mengamuk dan bisa berakibat fatal jika kita tidak mampu untuk mengendalikannya.

“Sapi atau kerbau yang kita vaksin kadang mengamuk, bisa-bisa kita kena tendangan ataupun serudukan bila tidak bagus penanganannya,” kata, Masrullah, SP.

(ham)

Komentar

Berita Terkait