Tekape.co

Jendela Informasi Kita

BPBD Toraja Utara Intens Pangkas Pohon Rawan Tumbang, Warga Apresiasi

Warga Rantepao, Yohanis Bulo mengpresiasi BPBD, yang menebang pohon pelindung berusia puluhan tahun dan membahayakan pengguna jalan, di simpang tiga Buntu Pasele, Jumat (24/04/2026) sore. (erlin/tekape.co)

RANTEPAO, TEKAPE.co Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, intens melakukan pemangkasan pohon dalam sepekan terakhir. Salah satu titik yang disasar adalah ruas jalan Rantepao–Bolu, pada Jumat (24/04/2026) pagi.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi bencana, mengingat sejumlah pohon pelindung di sepanjang jalur tersebut telah tumbuh besar dan menjalar hingga mendekati rumah warga. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta pengguna jalan.

Kepala BPBD Toraja Utara, Paulus Batti’, menjelaskan bahwa kegiatan pemangkasan dilakukan berdasarkan permintaan resmi warga yang disampaikan melalui pihak kelurahan.

“Kali ini kita lakukan pemangkasan karena adanya surat permohonan yang masuk. Kami langsung tindak lanjuti dengan melihat kondisi di lapangan mana yang paling urgent. Untuk pohon pelindung di Lapangan Bakti, akan kita lakukan assessment terlebih dahulu,” ujar Paulus.

Respons positif datang dari warga. Yohanis Bulo’, yang akrab disapa Pongkella, mengaku bersyukur dan mengapresiasi gerak cepat BPBD.

“Terima kasih pak Kadis. Kami sudah lama menunggu pohon itu ditebang karena sangat mengganggu dan membahayakan. Sekali lagi terima kasih untuk BPBD,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Lurah Rante Pasele, Gustan Tikupasang. Ia menyebut pemangkasan juga dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk di Jalan Palapa, tepatnya di sekitar area sebelum Puskesmas Rantepao.

“Pemangkasan ini juga berdasarkan laporan warga. Pohon di Jalan Palapa sudah sangat lebat dan rawan tumbang, apalagi jalur ini setiap hari dilalui pelajar menuju SDN 3 Rantepao dan SMPN 2 Rantepao,” jelasnya.

Di lokasi kegiatan, petugas BPBD bersama warga tampak bergotong royong menarik dahan pohon berukuran besar agar tidak menimpa rumah maupun fasilitas umum saat proses pemotongan berlangsung.

Untuk memastikan kelancaran aktivitas, tiga personel Satlantas Polres Rantepao turut diterjunkan guna mengatur arus lalu lintas dan mencegah kemacetan selama proses pemangkasan.

Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Kepala BPBD Paulus Batti’, Camat Rantepao Jeniaty Rike Ekawaty, Lurah Pasele, serta pihak kepolisian, sejak siang hingga sore hari.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan warga sekaligus meminimalisir risiko bencana akibat pohon tumbang di wilayah Toraja Utara.

(Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini