Bentrok Saat Antar Jenazah di Makassar, Berawal dari Aksi Geber Motor di Depan Warga
MAKASSAR, TEKAPE.co – Bentrokan antara rombongan pengantar jenazah dan warga terjadi di wilayah Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/6/2026).
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aksi sejumlah pengendara dalam rombongan pengantar jenazah yang menggeber-geber sepeda motor saat melintas di lokasi.
Aksi itu memicu reaksi warga hingga berujung kericuhan.
BACA JUGA: Sempat Ditinjau Polres, Tambang Sirtu Diduga Milik Oknum Anggota DPRD Torut Tetap Beroperasi
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Mughni mengatakan, insiden bermula ketika rombongan pengantar jenazah melintas di kawasan tersebut sambil menggeber kendaraan mereka.
“Awalnya rombongan pengantar jenazah melintas sambil menggeber motor. Warga yang merasa terganggu kemudian melakukan penyerangan sehingga terjadi bentrokan,” ujar Kanit Panakkukang, Iptu Mughni kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan hukum Polsek Panakkukang dan Polsek Tallo.
BACA JUGA: Longsor Hantam Rumah Warga di Sinjai Timur, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Mengetahui adanya keributan, personel dari kedua kepolisian sektor tersebut langsung bergerak ke lokasi untuk mengendalikan situasi.
“Lokasinya berada di wilayah perbatasan Panakkukang dan Tallo. Kami bersama personel Polsek Tallo turun ke lokasi untuk meredam kedua belah pihak,” jelasnya.
Saat melakukan pengamanan, polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.
Selain satu unit kendaraan yang mengalami kerusakan, petugas juga menemukan anak panah busur yang diduga digunakan saat bentrokan berlangsung.
“Kami menemukan satu anak panah busur di lokasi. Selain itu ada satu unit kendaraan yang mengalami kerusakan akibat bentrokan,” kata Uji.
Polisi kemudian melakukan mediasi serta langkah-langkah pengamanan untuk mencegah konflik meluas.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, kondisi di lokasi berangsur kembali normal.
Aparat kepolisian juga meningkatkan patroli di kawasan tersebut guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.
“Saat kejadian kami melakukan pengamanan dan meredam kedua kelompok yang terlibat agar situasi tidak semakin meluas,” pungkasnya. (*)






Tinggalkan Balasan