Bentrok Lamasi Pantai vs Seba-seba Pecah, 2 Warga Diamankan Polisi
WALENRANG TIMUR, TEKAPE.co – Bentrokan antarwarga kembali pecah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kali ini, konflik melibatkan warga Desa Lamasi Pantai dan Desa Seba-seba, Kecamatan Walenrang Timur.
Perang kelompok itu terjadi pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 22.40 Wita.
BACA JUGA: Pergi ke Kebun Tak Pulang, Pria di Palopo Diduga Tersesat di Hutan
Dua kelompok warga saling serang di lokasi yang berbeda dari insiden bentrokan sebelumnya.
Aparat kepolisian yang turun ke lokasi berupaya membubarkan massa.
Situasi sempat memanas karena petugas harus menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa.
BACA JUGA: Pria Bawa Parang Datangi Rumah Wali Kota Palopo, Diduga Kerabat Calon Direksi Perumda TM
Namun, upaya pembubaran itu mendapat perlawanan.
Salah satu kelompok warga justru membalas dengan lemparan batu dan petasan ke arah petugas.
Dalam insiden tersebut, polisi mengamankan dua orang warga yang diduga terlibat bentrokan.
Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata rakitan jenis papporo dan anak panah di lokasi kejadian.
Camat Walenrang Timur, Edward Lapurara, membenarkan adanya bentrokan tersebut.
“Iyee betul tadi malam bentrok lagi antara Desa Seba-seba dan Lamasi Pantai, tapi sudah berhasil kondusif setalah dibubarkan petugas kepolisian,” kata Edward.
“Ada dua warga yang diamankan saat proses pembubaran. Saat ini masih dimintai keterangan di kantor polisi,” jelasnya.
Usai kejadian, pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Semoga insiden ini cepat selesai dan berakhir dengan damai, serta rencana kita akan mempertemukan kedua kelompok yang beritkai dengan sejumlah pihak terkait guna memberikan solusi dalam pencegahan aksi serupa,” jelasnya.
Diketahui, bentrokan antarwarga juga sebelumnya terjadi di wilayah lain di Kabupaten Luwu.
Konflik di Kecamatan Walenrang melibatkan warga Desa Kalibamamase dan Desa Baramamase pada hari yang sama.
Dalam kejadian tersebut, sedikitnya empat orang dilaporkan mengalami luka akibat terkena anak panah dan senjata rakitan.
Selain itu, dua unit kios dilaporkan hangus terbakar.
Secara keseluruhan, bentrokan yang terjadi dalam sehari penuh itu melibatkan sedikitnya empat desa di Kabupaten Luwu.
Hingga kini, aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi bentrokan susulan.(*)





Tinggalkan Balasan