oleh

Bawaslu Luwu Utara Survei Indeks Kerawanan Pemilu

MASAMBA, TEKAPE.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu Utara melakukan survei untuk mengetahui indeks kerawanan Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 yang akan datang, karena selama ini ada sejumlah daerah yang rawan melakukan kecurangan yang terstrukrur, sistematis, dan masif (TSM).

Hal ini dikatakan Ibrahim Umar,Komisioner Bawaslu divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Kabupaten Luwu Utara di sekretariat Bawaslu, Jalan Masamba Affair.

“Belajar dari periode pilkada sebelumnya, maka indeks kerawanan itu sering terjadi pada lima hal. Yaitu pemutakhiran data pemilih, politik uang, penyelenggara pemilih, pemungutan suara, dan rekapitulasi suara,” ungkap nya di depan puluhan media, Senin (27/8/2018).

Dia menjelaskan hal ini menindaklanjutin hasil pelatihan yang di gelar Bawaslu RI di Jakarta selama dua hari (19-20/8/2018-red) tentang Instrumen survei Nasional Indeks Kerawanan Pemilu 2019.

“Selain di Bawaslu sendiri kami akan melakukan koordinasi dengan KPU, Kepolisian, Media Online/cetak dan Penyelenggara,” katanya.

Untuk saat ini tambahnya, Bawaslu masih fokus terhadap pencegahan alat peraga kampanye, seperti pemasangan baliho, nomor urut parpol, logo parpol dan ucapan-ucapan mengajak untuk memilih.

“Ini sangat penting bagi kami, dan banyak pihak, karena akan dijadikan acuan untuk dijadikan strategi pengawasan dan langkah-langkah pencegahan kecurangan dan saya menghimbau kepada partai politik maupun calon-calon, agar jangan dulu untuk memasang baliho ataupun banner yang berkaitan dengan kampanye, sampai dengan tanggal 23 September 2019 setelah penetapan Daftar Calon Tetap,” pungkasnya. (jsm)

Komentar

Berita Terkait