Banjir di Sinjai Timur Hanyutkan 3 Ternak Warga, 2 Kuda dan 1 Sapi Mati
SINJAI, TEKAPE.co – Banjir yang melanda Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengakibatkan tiga ekor hewan ternak milik warga mati setelah terseret arus. Ternak yang hanyut terdiri dari dua ekor kuda dan satu ekor sapi.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Borongpao, Desa Patalassang, Kamis (4/6/2026) dini hari, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan debit Sungai Borongpao meningkat drastis.
Sekretaris Desa Patalassang, Zabri, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan ketiga hewan ternak itu sebelumnya ditambatkan di pinggir sungai sebelum banjir datang.
BACA JUGA: Banjir Luwu Utara Belum Surut, 12 Ribu Warga Terdampak Saat Status Darurat Berlaku
“Benar, kejadiannya diperkirakan terjadi dini hari,” ujar Zabri saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Menurut Zabri, curah hujan yang tinggi membuat air sungai meluap hingga masuk ke daratan dan menyeret hewan ternak milik warga.
“Hujan deras yang mengguyur menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke daratan,” katanya.
BACA JUGA: Kronologi Kebakaran Hebat di Pasar Jiung: Api Diduga Muncul dari 2 Rumah
Arus banjir yang cukup kuat membuat ternak tidak sempat diselamatkan oleh pemiliknya.
“Saat air meluap, ternak tersebut tidak sempat diselamatkan dan terseret arus,” ungkapnya.
Sementara itu, Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau warga mengantisipasi hujan dengan intensitas tinggi,” kata Andi Octave.
Ia menjelaskan, hujan deras tidak hanya memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Sinjai, tetapi juga menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Sinjai Timur.
“Banjir terjadi di sejumlah wilayah di Sinjai, ada juga longsor di Desa Lasiai,” ujarnya.
Akibat banjir tersebut, akses transportasi warga turut terganggu. Jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Sinjai Timur dengan Kecamatan Tellulimpoe untuk sementara waktu ditutup karena terendam banjir.
“Jalan poros ke Tellulimpoe sekarang ditutup sementara karena terendam banjir,” tutupnya.
(Sakril)






Tinggalkan Balasan