Atraksi Barongsai Pesantren Warnai Perayaan Cap Go Meh di Jalan Sulawesi
“Kalau seseorang memainkan barongsai, tentu dia harus mengetahui apa itu barongsai dan apa tujuannya,” ujarnya.
Ia berharap pelestarian budaya tidak bersifat eksklusif dan terbatas pada kelompok tertentu saja.
“Kita harap bukan hanya orang Tionghoa, tetapi semua kalangan bisa terlibat,” kata Yongris.
DDI Galesong Baru, lanjut dia, bahkan telah menjadi pusat pelatihan barongsai berbasis pesantren yang dikenal dengan sebutan Barongsai Pesantren.(*)
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini





Tinggalkan Balasan