oleh

Anak Salah Satu Terdakwa Kasus Korupsi NUSP-2 Sebut Mantan Lurah Ponjalae Tak Pernah Dihadirkan dalam Persidangan

PALOPO, TEKAPE.co – Gerhany, salah satu anak dari tiga terdakwa kasus korupsi proyek Program Neighborhood Upgrading And Shelter Project (NUSP) 2 Tahun Anggaran 2016 mengatakan, mantan Lurah Ponjalae tidak pernah di hadirkan dalam persidangan.

Bahkan ia menyebutkan bahwa saksi ahli dari BPKP pada persidangan sebelumnya mengakui jika dokumen hasil temuan yang ditulis merupakan copy paste.

“Mantan Lurah Ponjalae tidak pernah dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi karena mantan Lurah Ponjalae tidak perna di BAP,” kata Gerhany, Rabu 21 April 2021.

BACA JUGA:
Mantan Camat Wara Utara Akan Bersaksi di Sidang Kasus Korupsi NUSP-2

Kasi Pidsus Kejari Palopo I Nyoman Sugiartha SH MH, saat ditemui diruangannya membenarkan bahwa mantan Lurah Ponjalae tidak dihadirkan dalam persingan pemeriksaan saksi-saksi.

“Iya, memang betul. Setelah saya cek ternyata mantan Lurah Ponjalae tidak dihadirkan dalam persidangan pemeriksaan saksi-saksi karena tidak pernah di BAP,” tutur I Nyoman.

Ia juga minta maaf karena sebelumnya telah salah memberikan info terkait mantan Lurah Ponjalae yang dihadirkan di persidangan.

Diketahui, dalam sidang kasus korupsi proyek NUSP-2 tahun 2016 duduk sebagai  terdakwa adalah Muslihim Mattau Koordinator BKM Reformasi Kelurahan Sabbamparu, Jafar Busra Koordinator BKM Siperennu Kelurahan Ponjalae dan Abdul Jawad Nurdin Koordinator BKM Iya Ada Iya Gau Kelurahan Batupasi.

Ketiganya disangkakan dengan Pasal 2 ayat ( 1 ) dan atau Pasal 3 UU. NO 31 tahun 1999 sebagaimana tlh diubah dgn UU. NO 20 Tahun 2001 Tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman Penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun. (rindhu)

Komentar

Berita Terkait