Tragis! Pria 65 Tahun di Bulukumba Tewas Disengat Ribuan Lebah Liar
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Seorang pria bernama Judding (65), warga Dusun Tamappalalo, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah diserang koloni lebah liar saat berada di area perkebunan karet milik PT Lonsum Palangisang Estate.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat kejadian, korban diketahui sedang menuju lokasi penambatan sapi untuk memberikan pakan ternaknya.
Kapolsek Ujung Loe AKP Arifuddin mengatakan, korban tiba-tiba diserang kawanan lebah liar ketika berada di lokasi tersebut.
BACA JUGA: Polisi Sikat Balap Liar di Palopo, 13 Motor Disita-Pemiliknya Diamankan
“Korban saat itu berada di lokasi pemeliharaan ternak sapi untuk memberi pakan. Tidak lama kemudian korban diserang koloni tawon atau lebah liar,” ujar Arifuddin dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Diserang lebah, korban berusaha menyelamatkan diri sambil berteriak meminta pertolongan.
Rekannya, Andi, yang berada sekitar 30 meter dari lokasi, kemudian mengarahkan korban berlari menuju rumah kebun agar terhindar dari kejaran kawanan lebah.
BACA JUGA: Bocah 10 Tahun yang Tenggelam di Perairan Masjid 99 Kubah Makassar Ditemukan Meninggal
Setelah tiba di rumah kebun, korban meminta Andi membakar selimut untuk menghasilkan asap agar koloni lebah menjauh. Namun kondisi korban terus melemah hingga akhirnya meminta rekannya mencari bantuan.
“Dalam perjalanan meminta pertolongan, Andi bertemu dengan Badu dan menyampaikan bahwa korban tersengat lebah liar. Badu kemudian menuju lokasi korban, namun saat tiba korban sudah meninggal dunia dengan kondisi mulut mengeluarkan busa,” katanya.
Arifuddin mengatakan korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi oleh keluarga bersama warga menuju rumah duka.
“Korban meninggal dunia akibat sengatan koloni tawon atau lebah liar. Sekitar pukul 16.00 Wita, keluarga bersama warga mengevakuasi jasad korban ke rumah duka,” katanya.
Menurut Arifuddin, kawasan perkebunan karet milik PT Lonsum Palangisang Estate memang dikenal sebagai habitat kawanan lebah liar dan telah diketahui oleh warga sekitar.
“Lokasi kejadian memang merupakan habitat tawon atau lebah liar,” jelasnya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.
“Tidak ada autopsi. Keluarganya tidak menginginkan,” pungkas Arifuddin.
(*/Sakril)






Tinggalkan Balasan