Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Usai Usulan Pemindahan Gerbong Wanita KRL Viral

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah pernyataannya terkait usulan pemindahan gerbong wanita KRL Commuter Line menuai sorotan publik.

Permintaan maaf itu disampaikan Arifah melalui akun resmi Instagram Kementerian PPPA.

Dalam keterangannya, ia terlebih dahulu menyampaikan duka cita atas insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur dan menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

BACA JUGA: Update: 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Bekasi Timur Teridentifikasi

“Menindaklanjuti pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” kata Arifah.

“Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” sambungnya.

Ia menegaskan tidak memiliki maksud untuk mengabaikan aspek keselamatan penumpang lain dalam pernyataannya tersebut.

BACA JUGA: Jenguk Korban Kecelakaan Kereta, Prabowo Minta Percepatan Penanganan 1.800 Titik Perlintasan

Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar posisi gerbong khusus wanita tidak lagi ditempatkan di ujung rangkaian kereta, melainkan dipindahkan ke bagian tengah.

Usulan itu ia sampaikan usai menjenguk korban kecelakaan di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, penataan posisi gerbong perlu dievaluasi demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang perempuan.

“Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujarnya.

Arifah juga menyebut telah melakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait alasan penempatan gerbong wanita di bagian depan atau belakang rangkaian.

Dari penjelasan yang diterimanya, posisi tersebut dipilih untuk menghindari penumpukan penumpang.

Meski demikian, ia tetap mendorong adanya perubahan konfigurasi. Ia mengusulkan agar gerbong di bagian ujung diisi penumpang laki-laki, sementara gerbong khusus wanita ditempatkan di tengah rangkaian.

“Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” katanya.

Diketahui, kecelakaan terjadi ketika KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Seluruh korban yang dievakuasi dilaporkan berasal dari gerbong wanita.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini