Tekape.co

Jendela Informasi Kita

DOB Luwu–Toraja Menguat, Frederik Kalalembang: Perbaiki Pariwisata Jadi Kunci

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Frederik Kalalembang, berfoto bersama peserta usai menghadiri pertemuan pembahasan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu–Toraja di Toraja Utara. (ist)

RANTEPAO, TEKAPE.co – Semangat pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Toraja terus bergulir.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan panitia bersama sejumlah anggota yang digelar di D’Rij Hotel & Convention Hall, Toraja Utara, pekan lalu.

Sekitar 50 peserta hadir dalam forum tersebut. Rapat dipimpin Ketua Panitia, Musa Salusu, didampingi Sekretaris Yohanis Linting Paembonan.

BACA JUGA: Dorong Perluasan Layanan Air Bersih, Bupati Lutim Serahkan Ranperda Penyertaan Modal ke DPRD

Keduanya menekankan pentingnya konsolidasi lintas elemen untuk mempercepat perjuangan DOB.

“Dukungan menyeluruh dari masyarakat dan para pemangku kepentingan sangat menentukan agar proses ini bisa berjalan efektif hingga ke tingkat pusat,” ujar Musa dalam pertemuan itu.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Frederik Kalalembang, turut hadir dan menyatakan komitmennya mendorong wacana DOB Luwu–Toraja.

BACA JUGA: Wahana Glow Park Rantepao Ramai Pengunjung, Skema Sewa Lapak Justru Disoal Warga

Frederik menyebut langkah tersebut tetap harus berjalan meski dinamika politik terus berubah.

“Kita tetap berjalan, karena politik itu dinamis. Yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki potensi yang kita miliki, terutama sektor pariwisata di Toraja,” kata Frederik.

Frederik menegaskan, perjuangan DOB bukan sekadar ambisi pemekaran wilayah, melainkan harus ditopang kesiapan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sektor pariwisata bisa menjadi kunci dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bukan soal kita harus memaksakan diri untuk bergabung atau tidak, tetapi jika ada peluang dan ajakan, kita harus siap. Kesiapan itu dimulai dari memperbaiki sektor unggulan, termasuk pariwisata,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar pembahasan DOB tidak dilakukan secara parsial. Menurutnya, seluruh pihak harus duduk bersama dalam satu forum untuk menyamakan arah dan langkah.

“Saya minta kita semua bisa berkumpul dan membahas secara serius, agar langkah kita tidak berbeda-beda dan tetap satu arah,” ujarnya.

Selain itu, Frederik menyoroti pentingnya penguatan sektor wisata, termasuk pengelolaan budaya seperti Rambu Solo’ serta pembenahan infrastruktur pendukung.

Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik daerah sekaligus menunjukkan kesiapan jika DOB benar-benar terwujud.

“Jika ini semua dibenahi dengan serius, maka Luwu Raya dan Toraja secara keseluruhan akan semakin dilirik. Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik dan konsisten,” tegasnya.

Frederik juga mengungkapkan, dirinya menghadiri pertemuan tersebut usai mengikuti kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Toraja Utara dan Tana Toraja.

Ia berharap momentum ini bisa memperkuat komunikasi lintas elemen.

Dengan konsolidasi yang semakin solid, ia optimistis wacana DOB Toraja tidak lagi sekadar menjadi isu, tetapi mulai mengarah pada realisasi yang lebih konkret.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini