Tekape.co

Jendela Informasi Kita

BRI Tikuna Malenong Buka Suara Soal Keluhan KUR, Mantri Minta Nasabah Klarifikasi Langsung

Kantor Bank BRI Unit Tikunna Malenon di Poros Rantepao - Makale, Tallulolo, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. (Erlin/tekape.co)

TORAJA UTARA, TEKAPE.coMenanggapi pemberitaan terkait dugaan kejanggalan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Toraja Utara, pihak BRI Unit Tikuna Malenong akhirnya angkat bicara.

Etha, selaku Mantri pelayanan kredit di BRI Tikuna Malenong, memberikan klarifikasi atas keluhan nasabah yang sebelumnya mencuat di publik.

Dia menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja sesuai prosedur yang berlaku dan meminta agar persoalan tersebut tidak disimpulkan secara sepihak.

“Kami mohon jangan mendengar sepihak. Kami sudah menjalankan sesuai prosedur. Kalau bisa, bapak datang ke kantor bersama nasabah yang bersangkutan agar kita lakukan pengecekan langsung apa yang menjadi kendala,” ujar Etha, Sabtu (4/4/2026) sore.

Ia juga mengakui adanya keterlambatan dalam merespons konfirmasi dari awak media karena kesibukan internal.

Namun demikian, Etha menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk melakukan klarifikasi secara langsung dengan menghadirkan nasabah yang bersangkutan.

Lebih lanjut, Etha menyebut bahwa dirinya saat ini sudah tidak lagi menangani wilayah Sopai dan sekitarnya, sehingga perlu koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait di internal bank.

“Sekarang saya sudah tidak menangani wilayah Sopai,” tambahnya.

Pihak BRI Tikuna Malenong bahkan mengundang secara resmi agar nasabah yang merasa dirugikan dapat hadir ke kantor pada awal pekan depan.

“Silakan dijadwalkan, Senin atau Selasa datang bersama nasabahnya, supaya bisa saya koordinasikan dengan pimpinan cabang agar bisa bertemu langsung,” jelas Etha.

BACA JUGA:
Dugaan Kejanggalan KUR di Toraja Utara, Nasabah Keluhkan Pelayanan BRI Unit Tikunna Malenong

Namun di sisi lain, Etha juga sempat menyinggung sikap wartawan saat hendak melakukan peliputan di kantor BRI Tikunamalenong. Ia menyebut adanya laporan dari petugas keamanan (security) yang menyatakan bahwa awak media tidak terlebih dahulu melapor atau memperkenalkan diri.

Menanggapi hal tersebut, pihak wartawan membantah tudingan tersebut. Mereka mengaku telah menjalankan prosedur jurnalistik dengan memperkenalkan diri sebelum melakukan pengambilan gambar dan wawancara.

Wartawan sudah memperkenalkan diri. Bahkan sempat meminta izin untuk pengambilan video. Namun security terkesan sensitif, dan situasi sempat tegang. Security bahkan sempat mencoba memegang ID card.

Sikap petugas keamanan saat itu terkesan berlebihan dan tidak proporsional dalam menyikapi kegiatan peliputan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak nasabah yang mengeluhkan dugaan kejanggalan KUR tersebut belum memberikan tanggapan lanjutan terkait undangan klarifikasi dari pihak BRI.

Kasus ini pun masih menjadi perhatian publik, terutama terkait transparansi dan pelayanan perbankan kepada masyarakat kecil sebagai penerima manfaat program KUR.

(Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini