oleh

Warga Keluhkan Banyaknya Lalat, Pemkab Muba Turun Tinjau Kandang Ayam di Desa Sidorejo

MUBA, TEKAPE.co – Masyarakat Kecamatan Keluang banyak mengeluhkan adanya serangan lalat, yang diduga dari usaha Ternak Ayam, di Desa Sidorejo (A6) Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel.

Mendengar banyaknya keluhan itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin merespon cepat dan turun langsung ke lokasi, Rabu (08/09/21).

Mereka yang turun ke lokasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), yang dikomandoi Kepala Dinas Erdian Syahri, S.Sos MSi, melalui Musa Firdaus SE MSi, Kabid Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan, dan Kasi Perizinan dan Non Perizinan Novi.

Sementara dari Satpol-PP yang dikomandoi oleh Kasat Pol-PP Hariyadi SE MSi, Kasi Penyidik Taufik SIP beserta personil. Ada juga Sekdes Sidorejo, Yatno, dan pemerintah Kecamatan Keluang yang diwakili Kasi Trantib, Basuki.

Dari pantauan wartawan di lapangan, terdapat beberapa Usaha Ternak ayam di Desa Sidorejo (A6).

Lokasi kandang ayam itu tidak jauh dari permukiman warga, dan di jalan penghubung desa.

Padahal seharusnya, jarak kandang ayam tidak berdekatan dengan permukiman warga, jarak minimal 500 meter dari jalan dan permukiman warga, seperti yang sudah tertuang di dalam Permentan No.40/Permentan/OT 140/07/2011 Tahun 2011.

Kasi Perizinan dan Non Perizinan, Novi, menjelaskan, peninjauan itu dilakukan setelah menerima keluhan masyarakat, terkait banyaknya serangan lalat, yang diduga dari usaha ternak ayam.

Sekalian, kata dia, DPMPTSP memeriksa berkas izin usaha ternak ayam ini.

“Dalam dekat ini, kami akan memanggil seluruh pengelola ternak ayam yang ada di Desa Sidorejo ini, untuk meminta untuk menunjukkan izin mereka,” beber Novi.

Sementara itu, para pekerja di usaha ternak ayam milik PT MBM, mengatakan, kandang ayam tersebut pemiliknya tinggal di Desa Sidorejo.

“Usaha ternak ayam ini sudah beroperasi sekitar 2 tahun setengah,” kata pekerja, yang ditemui di lokasi.

Pekerja itu juga mengatakan, lalat tidak selamanya banyak. Nanti ketika lagi panen saja lalatnya banyak, kalau ayamnya tidak ada, lalat juga cuma sedikit,” ujarnya.

Sedangkan, Sekretaris Desa Sidorejo, Yatno, kepada wartawan menjelaskan, belum ada data jelas terkait jumlah usaha ternak ayam ini di desanya.

“Kasi Kessos Desa yang tahu jelas, dia yang memegang data,” katanya.

Yatno menyatakan, untuk keluhan serangan lalat ke rumah-rumah, sebenarnya standar saja, tidak terlalu banyak.

Sementara itu, Kasatpol PP Muba, Haryadi SE MSi, melalui Kasi Penyidik Taufik SIp, saat dimintai tanggapannya di sela kunjungan tersebut, mengatakan, para pemilik segera dipanggil untuk sosialisasi, arahan, dan teguran, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apalagi, kandang ayam di desa ini sangat dekat dengan jalan dan permukiman masyarakat,” katabya.

Ia mengatakan, apabila mereka tidak mengindahkan peraturan yang ada, maka akan ditindak sesuai dengan aturan yang ada. (Jefry)

Komentar

Berita Terkait