Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Update Terkini Kecelakaan KA vs KRL di Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka

Petugas gabungan dari KAI, tim medis, dan Basarnas di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan penanganan terhadap seluruh korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026), berjalan maksimal.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dalam kejadian tersebut berhasil selamat, dengan total 240 orang.

“Dalam kejadian tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat,” ujar Anne.

BACA JUGA: Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek, KAI Buka Suara soal Penyebab Awal

Sementara dari pihak KRL, tercatat 7 orang meninggal dunia dan 81 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Ia menegaskan seluruh biaya penanganan korban ditanggung oleh KAI bersama pihak asuransi.

“KAI menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI,” katanya.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Anne menambahkan, KAI terus berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarga terdampak, termasuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.

“KAI menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga yang terdampak, termasuk memastikan proses penanganan berjalan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” jelasnya.

Ia menyebut proses evakuasi berlangsung cukup lama karena masih adanya korban selamat yang membutuhkan penanganan khusus secara hati-hati. Tim gabungan dari medis, Basarnas, dan KAI terus dikerahkan di lokasi.

Selain itu, KAI juga menyiapkan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi terbaru.

Lebih lanjut, Anne menyampaikan untuk sementara Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik turun penumpang, dan perjalanan KRL hanya dibatasi hingga Stasiun Bekasi.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan,” ucapnya.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” sambungnya.

Ia juga menambahkan, layanan perjalanan kereta menuju lintas Bekasi masih mengalami penyesuaian akibat proses penanganan di lapangan.

“KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan layanan agar operasional dapat kembali normal secepatnya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini