Tekape.co

Jendela Informasi Kita

UMKM Palopo Dihadapkan pada Pilihan: Beradaptasi dengan Digital atau Kehilangan Daya Saing

Yuyun Angraeni dan Naila Nur Fatimah, mahasiswa Prodi akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Palopo. (ist)

Meski demikian, keberhasilan transformasi digital tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaku usaha.

Pemerintah daerah dinilai memiliki peran dalam menyediakan pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan bagi UMKM.

Perguruan tinggi juga diharapkan dapat mengambil bagian melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan mahasiswa sebagai pendamping bagi pelaku usaha.

Sementara, Naila Nur Fatimah yang juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palopo mengagtakan, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan UMKM, tidak hanya mempelajari teori di ruang perkuliahan.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi bagi perkembangan UMKM,” katanya.

Selain penguasaan teknologi, transformasi digital juga dinilai perlu dibangun di atas nilai-nilai etika. Kejujuran dalam promosi, amanah dalam mengelola keuangan, dan tanggung jawab kepada konsumen menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan di era digital.

Upaya digitalisasi pun dinilai sebaiknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari pendataan UMKM yang belum memanfaatkan teknologi, pemberian pelatihan pemasaran digital, pendampingan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan, hingga fasilitasi pembukaan toko di marketplace.

Program tersebut juga perlu disertai evaluasi secara berkala agar perkembangan usaha dapat dipantau sekaligus menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini