Bupati Luwu Janjikan Lapangan Voli Permanen usai Penutupan Larandu Cup 2026 di Desa Murante
LUWU, TEKAPE.co – Bupati Luwu H. Patahudding menjanjikan pembangunan lapangan voli permanen di Desa Murante, Kecamatan Suli, usai menutup Open Turnamen Bola Voli Larandu Cup, Rabu (1/7/2026).
Fasilitas olahraga tersebut akan diusulkan masuk dalam Anggaran Pokok Tahun 2027 sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga di daerah.
Janji itu disampaikan Bupati Luwu, H Patahudding, di hadapan ratusan masyarakat yang memadati arena pertandingan. Ia meminta Camat Suli segera menyiapkan lahan yang layak sebagai lokasi pembangunan lapangan.
“Saya minta Pak Camat segera mencari lahan yang layak. Insya Allah pembangunan lapangan voli permanen akan kita masukkan dalam anggaran Tahun 2027 agar masyarakat Larandu memiliki fasilitas olahraga yang representatif,” ujar, H Patahudding, yang disambut tepuk tangan masyarakat.
Turnamen yang digelar di Desa Murante tersebut merupakan salah satu kompetisi bola voli tertua di Kabupaten Luwu. Larandu Cup telah menjadi tradisi masyarakat sejak tahun 1988 dan rutin diselenggarakan setiap tahun.
Pada penutupan turnamen, Bupati didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding dan Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Luwu Nila Sari Devi. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Direktur RSUD Batara Guru dr. Daud, Plt. Kepala Dinas Kominfo Imran, Camat Suli Amnur, Kepala Desa Murante, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para atlet, serta ratusan warga.
Dalam kesempatan yang sama Patahudding mengapresiasi panitia, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Murante yang dinilai berhasil menyelenggarakan turnamen secara aman, tertib, dan meriah.
Menurutnya, keberlangsungan Larandu Cup selama puluhan tahun menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong, persatuan, dan kebersamaan masyarakat Luwu.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Luwu selalu menjunjung tinggi budaya, etika, dan kebersamaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Murante, panitia pelaksana, serta para pemuda yang telah mendedikasikan tenaga dan pikirannya sehingga kegiatan ini berjalan dengan sukses,” kata Bupati.
Sementara itu, Ketua Panitia menjelaskan Larandu Cup dapat terus bertahan sejak 1988 berkat dukungan penuh masyarakat. Seluruh biaya penyelenggaraan turnamen berasal dari swadaya warga dan sumbangsih keluarga petani di Dusun Larandu.
“Larandu Cup adalah kebanggaan kami. Turnamen ini bisa terus berjalan berkat dukungan seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Seluruh anggaran pelaksanaan berasal dari swadaya dan sumbangsih keluarga petani di Dusun Larandu,” ujarnya.
Keberlangsungan Larandu Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat serta komitmen bersama dalam menjaga tradisi yang telah berlangsung hampir empat dekade. (hms)






Tinggalkan Balasan