Isu Ratusan Kursi SMP Negeri di Sidoarjo Hilang saat SPMB, Disdikbud: Tidak Benar
SIDOARJO, TEKAPE.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo membantah isu yang menyebut ratusan kursi SMP negeri hilang secara misterius dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Disdikbud menegaskan seluruh daya tampung telah direncanakan dan dialokasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari sejumlah pemerhati pendidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Menanggapi polemik itu, Ketua Umum DPP LSM Gerakan Masyarakat Anti Hegemoni (GEMAH), Johnson, menilai kritik yang disampaikan masih dalam batas kewajaran.
Namun, ia mengingatkan agar setiap tudingan tetap disampaikan secara proporsional dan tidak mengabaikan asas praduga tak bersalah.
“Pernyataan para pemerhati pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Sidoarjo masih dalam batas-batas kewajaran. Memang pada tahapan SPMB para pejabat Dinas Pendidikan sudah hafal, mohon maaf tidak ada maksud menuduh, masa tahapan SPMB para pejabat di lingkungan pendidikan sudah bermental baja, begitupun serangan masif atas tuduhan-tuduhan. Namun terkadang rekan seperjuangan agak menyerempet kaidah kepantasan yang patut, ya simpelnya agak nyerempet dikitlah dengan tuduhan, untungnya para rekan seperjuangan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah dengan dibumbui ‘dugaan, disinyalir’ dan lainnya,” kata Johnson saat coffee break bersama sejumlah jurnalis di kawasan Alun-alun Sidoarjo, Rabu (2/7/2026).
Johnson juga menyebut tudingan mengenai dugaan hilangnya kursi SMP negeri belum memiliki dasar hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, pelaksanaan SPMB tahun ini justru berlangsung lebih transparan dan akuntabel dibandingkan sebelumnya.
“Dalam kesempatan ini tuduhan itu belum bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, transparansi dan akuntabilitas pada proses hingga tahapan SPMB Tahun 2026 ini justru kami menganggap masuk kategori hijau alias lebih adem dan kondusif. Sistem dan penerapan zonasi hampir menutup semua celah, tentunya ditopang dengan sumber daya manusia yang berintegrasi guna mewujudkan harapan sistem yang bersih dari praktek-praktek terdahulu,” ujarnya.
Di sisi lain, pelaksanaan SPMB juga disambut positif oleh sebagian orang tua calon siswa. Salah satunya Ayub yang mengaku lega setelah anaknya dinyatakan lolos seleksi masuk SMP negeri.
“Alhamdulillah mas putra kami bisa lolos, seminggu lebih sulit tidur, apalagi kemarin dikit-dikit lihat handphone, tiap jam saya buka intip handphone, terbayar sudah ketika namanya tercantum,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netty Lastiningsih, M.Pd., memastikan informasi mengenai hilangnya ratusan kursi SMP negeri tidak benar. Ia menegaskan seluruh pagu daya tampung telah disusun secara cermat sejak awal.
“Tidak benar mas ada kursi hilang, seluruh pagu daya tampung di SMP mulai penghitungan, pengalokasian dan perencanaan sudah jauh hari kami prepare penuh dengan kehati-hatian. Perlu diketahui juga supervisi beberapa waktu lalu bahkan diberikan langsung oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). SPMB Tahun 2026 ini patuh aturan main yang berlaku dan sesuai Juknis yang ada,” kata Netty kepada awak media, Kamis (3/7/2026).
Netty menegaskan pelaksanaan SPMB 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai petunjuk teknis dan berada dalam pengawasan, sehingga seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
(Daulat)






Tinggalkan Balasan