oleh

Sempat Alot, DPRD Luwu Sepakat Bentuk Pansus Covid-19

LUWU, TEKAPE.co – Lembaga DPRD Kabupaten Luwu sebagai perwakilan rakyat, memperlihatkan keseriusan dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas lembaga eksekutif.

Melalui sidang paripurna DPRD Kabupaten Luwu, Anggota DPRD Luwu akhirnya menyepakati membentuk dua panitia khusus (Pansus). Salah satunya yang dinantikan masyarakat adalah Pansus Penanganan Covid-19.

Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali, mengesahkan pembentukan 2 Pansus di parlemen DPRD Luwu, yaitu Pansus Nota Keuangan LKPJ Bupati Luwu TA 2019 dan Pansus Penanganan Covid-19.

Diantara dua Pansus yang terbentuk ini, konsentrasi masyarakat Kabupaten Luwu tertuju pada Pansus Penanganan Covid-19.

Pasalnya, Pansus ini berhasil terbentuk melalui pembahasan yang alot melibatkan 10 fraksi di rumah wakil rakyat DPRD Luwu itu.

Informasi yang dihimpun, Pansus Penanganan Covid-19 terbentuk dengan proses yang cukup alot. Terdapat dua opsi yang tersediia, apakah pengawasan kegiatan Covid-19 di Kabupaten Luwu akan dibahas dengan dibentuknya panitia kerja (Panja) atau dibentuk panitia khusus (Pansus).

Namun dalam perjalanan, dari 10 fraksi yang ada di DPRD Luwu, hanya 6 fraksi yang menyetujui membentuk Pansus Penanganan Covid-19, sementara 4 fraksi hanya setuju untuk pembahasan Covid-19 cukup dibentuk Panja.

Enam fraksi di parlemen yang mantap mengusulkan dibentuk Pansus Penanganan Covid-19 yaitu Fraksi PPP yang diketuai Hasdir, Fraksi Demokrat yang diketuai Sugiman Janong, Fraksi Nasdem yang diketuai Nuralam Ta’gan, Fraksi Gabungan Selalu Bersama yang diketuai Summang, Fraksi PAN yang diketuai Yani Mulake dan Fraksi PKS yang diketuai Sulaeman Ishak.

Sementara empat fraksi di parlemen DPRD Luwu yang hanya menyetujui penanganan Covid-19 cukup dibentuk Panja yaitu, Fraksi PDI-Perjuangan yang diketuai Andi Admiral Kaddiraja, Fraksi Golkar yang diketuai Andi Abdul Muharrir, Fraksi Gerindra yang diketuai Andi Mammang serta fraksi Perindo yang diketuai H Muliadi.

Ketua Fraksi Partai Gabungan Selalu Bersama, Summang yang dikonfirmasi, membenarkan terbentuknya Pansus Penanganan Covid-19.

Menurutnya, awalnya memang ada 6 fraksi yang menyetujui dibentuk Pansus Covid-19. Namun karena hal ini sudah menjadi keputusan lembaga parlemen DPRD Luwu, maka Pansus ini nantinya akan melibatkan 10 fraksi di parlemen.

legislator asal Partai Bulan Bintang ini menerangkan, Pansus Penanganan covid-19 ini terbentuk, merupakan harapan dari masyarakat, agar pengawasan pelaksanaan kegiatan Covid-19 lebih dimaksimalkan, sehingga memberi dampak positif untuk masyarakat. Pansus ini terbentuk lewat mekanisme forum dan sudah tepat.

“Sebab kalau Panja yang mau dibentuk, itu alurnya harus melalui alat kelengkapan dewan (AKD). Tetapi selama ini kita sudah 7 kali membahas penanganan Covid-19 melalui alat kelengkapan DPRD Luwu baik itu pada tingkat komisi, maupun pada tingkat badan anggaran dan badan musyawarah. Tetapi hasil yang kita capai itu tidak optimal,” tandasnya. (ham)

Komentar

Berita Terkait