Radar THAAD AS di Yordania Dihantam Iran, Kerugian Capai Rp 5 Triliun
Serangan drone dan rudal Iran juga disebut meningkatkan tekanan terhadap persediaan sistem pencegat milik negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.
Situasi ini mendorong Pentagon mempercepat produksi persenjataan.
Perusahaan pertahanan seperti Lockheed Martin dan RTX bahkan telah bertemu dengan pejabat pemerintah AS di Gedung Putih untuk membahas peningkatan produksi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan produsen pertahanan besar di negaranya telah sepakat meningkatkan produksi sejumlah senjata strategis.
“Mereka telah setuju untuk melipatgandakan produksi senjata ‘kelas istimewa’ karena kami ingin mencapai tingkat produksi tertinggi secepat mungkin,” kata Trump.
Di sisi lain, Korea Selatan juga disebut tengah berdiskusi dengan Washington mengenai kemungkinan relokasi sebagian sistem pertahanan rudal Patriot milik AS yang saat ini ditempatkan di negara tersebut.
Langkah itu dipertimbangkan menyusul laporan bahwa beberapa sistem Patriot dapat dipindahkan untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah.
Kerugian Militer AS Diperkirakan Capai US$2 Miliar
Menurut perkiraan yang dihimpun Anadolu Agency dari berbagai data terbuka, Amerika Serikat diperkirakan telah kehilangan aset militer hampir US$2 miliar sejak konflik dengan Iran meningkat.
Kerusakan terbesar berasal dari radar AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, yang bernilai sekitar US$1,1 miliar.





Tinggalkan Balasan