oleh

Perbaiki Tatanan Adat, Pilar Kedatuan Luwu Resmi Bekukan 2 SK Mokole di Matano

PALOPO, TEKAPE.co – Atas nama adat Kedatuan Luwu, tiga pilar adat Kedatuan Luwu, resmi membekukan surat keputusan (SK) pengangkatan dua Mokole di wilayah adat Matano, yakni Mokole Rahampu’u Matano dan Mokole Nuha.

Langkah pembekuan itu diambil, sebagai langkah awal dalam memperbaiki tatanan adat di wilayah adat Matano. Sebab di Matano, terjadi dualisme. Satu Mokole Rahampu’u Matano yang dijabat H Umar Ranggo dan Mokole Nuha H Andi Baso AM.

SK pembekuan itu resmi disepakati dan ditandatangani dalam musyawarah adat, di Kelurahan Marobo, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Jumat 24 Juli 2020, siang.

Pembekuan SK itu dikeluarkan tiga pilar adat Kedatuan Luwu, yakni Macoa Bawalipu Wotu Ontonna Luwu Bau M Aras Abdi To Baji Pua Sinri, Pemegang Mandat Adat Pancai Pao Abidin Arief Dg Parukka, dan Makole Baebunta Andi Suriadi Topasolongi.

Selain pembekuan SK, sekaligus menunjuk penguasa wilayah, Makole Baebunta Andi Suriadi Topasolongi, sebagai pelaksana tugas (Plt) Mokole Rahampu’u Matano, hingga ditunjuk Mokole yang baru.

BACA JUGA:
Diminta Anak Suku, 3 Pilar Kedatuan Luwu Turun Tangan Perbaiki Tatanan Adat di Matano

Dalam musyawarah adat itu, dihadiri para pemangku adat Kedatuan Luwu, yakni Pua Oragi Datu Kemacoaan Bawalipu Sumardi Noppo to Mecce, Makole Baebunta Andi Suriadi Opu Topasolongi SE, dan Pemegang Mandat Adat Pancai Pao Abidin Arief SH.

Juga hadir Turunan Datu Kamanre H Andi Baso Opu Bau SH, Wija Tomanurung Andi Baso Ilyas Opu Lanre, dan beberapa orang lainnya.

“Ini merupakan upaya perbaikan tatanan adat di Matano. Tiga pilar adat Kedatuan Luwu ini bertindak sesuai wewenangnya, karena masalah adat ini berlarut-larut tanpa ada upaya penyelesaian,” jelas Pemegang Mandat Adat Pancai Pao Abidin Arief SH.

BACA JUGA:
Datu Bau Iwan Ikut Dukung Langkah Perbaikan Tatanan Adat di Matano

Apa yang dilakukan itu, untuk mengembalikan tatanan adat ke yang semestinya. Sebab di wilayah adat Matano, telah jauh bergeser dari tatanan adat di Kedatuan Luwu.

Untuk diketahui, tatanan adat yang bergeser itu, telah dibentuk Mokole Nuha, padahal dalam sejarah Kedatuan Luwu, tidak pernah dikenal Mokole Nuha, yang ada hanya Kemokolean Rahampu’u Matano.

Sementara Kemokolean Rahampu’u Matano, yang menjabat Mokole, H Umar Ranggo, kini sudah tidak mengakui Kedatuan Luwu, dan mendeklarasikan diri sebagai kerajaan yang berdiri sendiri.

BACA JUGA:
Pancai: Datu Luwu Support Upaya Perbaikan Tatanan Adat di Matano

Atas kerancuan tatanan adat di Matano ini, maka tiga pilar Kedatuan Luwu, Macoa Bawalipu, Pancai Pao sebagai pemegang payung simbol tertinggi di adat Kedatuan Luwu, dan Makole Baebunta, bertindak atas nama adat Kedatuan Luwu, telah membekukan SK H Umar Ranggo sebagai Mokole Matano dan H Baso AM sebagai Mokole Nuha. Ini dilakukan agar kembali ke tatanan adat yang semestinya.

Langkah perbaikan tatanan adat ini juga mendapat support Datu Luwu ke-40, YM H Andi Maradang Mackulau Opu To Bau SH, dan Datu Luwu ke-39, YM Bau Iwan Andi Alamsyah. (*)

Berikut beberapa poin yang tertuan dalam SK bersama Kemacoaan Bawalipu, Pancai Pao, dan Makole Baebunta:

  1. Membekukan SK Mokole Rahampu’u Matano yang dijabat H Umar Ranggo dan Mokole Nuha yang dijabat H Andi Baso AM, untuk mengembalikan tatanan adat ke yang semestinya.
  2. Untuk menjalankan tugas Mokole di wilayah adat Matano, maka tiga pilar adat Kedatuan Luwu, yang bertindak atas nama adat Kedatuan Luwu, menunjuk Mokole Baebunta, Andi Suriadi Opu Topasolongi SE, sebagai penguasa wilayah, untuk menjabat pelaksana tugas (Plt) Mokole Rahampu’u Matano, hingga ditunjuk Mokole yang baru.
  3. Untuk membantu kelancaran tugas-tugas Pelaksana Tugas (Plt) Mokole Rahampu’u Matano, maka ditunjuk Andi Djinar Opu Lolo dan Andi Matangkilan Opu To Mamessangi sebagai pembantu Plt Mokole Rahampu’u Matano untuk melakukan perbaikan adat di wilayah adat Matano.
  4. Untuk mengembalikan ke tatanan adat yang sebenarnya, maka adat Kedatuan Luwu akan menunjuk satu orang delegasi perwakilan adat Kedatuan Luwu di Sorowako, yang bertugas untuk memperbaiki tatanan adat di wilayah adat Matano.

Komentar

Berita Terkait