Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pelayanan Banyak Dikeluhkan, Demonstran Desak Pj Walikota Copot Direksi PAM TM Palopo

Aksi unjuk rasa mahasiswa mendesak Pj Walikota Palopo untuk mencopot Direksi PAM-TM Palopo, yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, Senin 16 Oktober 2023. (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Konsumen (AMPUN) melakukan aksi unjuk rasa guna mendesak Pj Walikota Palopo untuk mencopot Direksi PAM-TM Palopo, yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, Senin 16 Oktober 2023.

Jenlap AMPUN, Reski Halim mengatakan para direksi PAM TM Palopo nyaris tidak ada upaya dari direksi untuk mempertahankan pelayanan terhadap pelanggan. Justru yang ada malah pelayanan semakin menurun. Kecuali pelayanan kepada direksi dan keluarganya.

Kemudian diperparah lagi sulitnya publik untuk mengakses informasi terkait layanan, rekrutmen karyawan, laporan tahunan, keuangan, laba rugi dan tanggung jawab sosial perusahaan yang telah diaudit.

Padahal, kata Reski, PAM TM sebagai Perumda wajib terbuka menyediakan informasi ke publik, merujuk pada pasal 14 UU Keterbuakan Informasi Publik huruf a sampai n.

“Sebagaimana diketahui, 2 tahun terakhir ini, atau sejak dilakukannya pergantian direksi dan dewan pengawas pada perjalanan akhir 2021 lalu, kita banyak mendengar keluhan dari pelanggan. Keluhan pelanggan itu dapat kita jumpai, secara langsung maupun melalui sarana media lainnya,” tandasnya.

Penurunan pelayanan yang dimaksud seperti distribusi air ke pelanggan tidak kontinyu, tekanan air yang kerap tidak stabil pada setiap sambungan pelanggan, kualitas air keruh dan berlumut, ini kami duga tidak mengikuti standar produksi sesuai yang diatur oleh Permenkes.

Selain itu, keluhan lainnya, yakni pengenaan biaya yang seluruhnya dibebankan kepada pelanggan, seperti biaya pendaftaran, biaya sambungan baru, biaya perawatan meter, biaya beban dan denda.

Tidak hanya itu, mempertanyakan kinerja, rekrutmen Karyawan, Direksi dan Dewan Pengawas, beserta hak yang mereka terima apakah telah berkesesuaian.

“Selama ini pelanggan banyak dibebani dengan pengenaan biaya, berupa biaya pendaftaran pelanggan, biaya sambungan baru (pipa, meter dan aksesorisnya) biaya beban (pakai tidak pakai tetap bayar uang beban) biaya perawatan meter/jaringan, biaya sambung kembali jika meteran sebelumnya diangkat dan denda,” katanya.

Sementara itu, perlakuan tak sama ketika pelanggan menuntut haknya, yaitu air tidak mengalir berjam-jam, tak ada kompensasi yang diberikan ke pelanggan atau pengenaan sanksi bagi PAM-TM.

“Data terakhir yang kami dapatkan jumlah pelanggan PAM TM sebanyak 38.324. Dari jumlah pelanggan diatas untuk suplai air bersumber dari 5 Intalasi pengolahan air minum milik PAM-TM, yakni sumber air baku, dari Mangkaluku, Latuppa, Magandang, Bambalu dan Batu Papan. Sementara untuk jumlah karyawan PAM-TM saat ini sebanyak 313 orang. Kami menuntut direksi PAM-TM untuk profesional. Pelanggan kesulitan mendapatkan pelayanan dan distribusi air,” katanya.

Reski Halim mengatakan, PAM-TM sebagai Perumda dituntut untuk bekerja secara maksimal memberikan pelayanan terbaiknya, bukan melayani keluarganya seperti memasukkan anak, menantu dan ponakannya sebagai karyawan dan menjadikan pejabat (Manager).

Serta memperalat karyawan untuk terlibat dalam politik praktis. Seperti karyawan disuruh memasang APK istri Dirut PAM-TM yang maju sebagai Caleg DPRD Kota Palopo dapil 4 dari Partai Nasdem.

“Olehnya itu, kami berharap Pj Walikota selaku KPM, berani mengambil sikap untuk memberhentikan Direksi PAM-TM yang sekarang, dan menempatkan Direksi baru berdasarkan kompetensi (syarat terpenuhi sebagaimana diatur), bukan karena TIM, keluarga atau hasil transaksional. Kami mendukung setiap langkah Pj Walikota demi perbaikan dan kemajuan daerah. Kedepan kami berharap distribusi air lancar dan keluhan dari pelanggan berkurang. Tidak ada alasan air tidak mengalir, saran ke pelanggan untuk menyediakan penampung air itu bukan solusi. Solusi terbaik adalah Copot Direksi PAM-TM,” tandasnya.

Reski juga mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga direksi PAM-TM dicopot. (rls)

Didesak Mundur, Direktur PAM TM Palopo Enggan Tanggapi Sorotan Demonstran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini