oleh

OPINI: Kombinasikan Public Speaking & Writing

Oleh: Haeril Al Fajri
(Direktur Macca Indonesia Foundation-MIND, Inspirator Nasional Asal Tana Luwu, Caoch Public Speaking & Personal Branding, Entrepreneurship, dan Penulis Buku Best Seller)

PUBLIC SPEAKING dan WRITING adalah dua skill yang jika dikombinasikan akan menjadi elaborasi skill yang epik.

Kenapa? Karena Public Speaking adalah skill yang dapat Anda gunakan untuk mentransformasi ide dan gagasan Anda secara lisan dan Writing (menulis) adalah skill yang dapat Anda gunakan untuk mentransformasi ide dan gagasan Anda secara tulisan.

Lalu bagaimana memiliki keduanya?

Tentu dengan latihan, saya lebih lekatkan dengan istilah coaching. Kedua hal tersebut adalah skill tidak dapat dipelajari hanya dengan teori saja.

Karena banyak orang yang dapat berbicara tapi tidak dapat menulis, begitu pun sebaliknya banyak orang dapat menulis tapi tidak dapat berbicara.

Bagaimana menguasai Public Speaking?

Tentu tidak ada hal yang instan, butuh proses dan ketekunan untuk berlatih karena sebagian orang memahami public speaking secara sempit hanya tentang kemampuan bertutur semata.

Public speaking yang merupakan skill dasar pemimpin-pemimpin dunia mempelajari banyak hal agar Anda sukses mentransformasi ide dan gagasan serta mempengaruhi orang lain.

Di coaching Public Speaking Anda akan mempelajari potensi otak, meningkatkan kepercayaan diri, gelombang suara, jenis suara, tekhnik mempengaruhi audiens, bahasa tubuh, diksi, olah rasa, cara perbakaian, cara bersalaman, dan masih banyak lagi bahkan cara ngeles pun Anda akan pelajari.

Karena Public Speaking itu kompleks, maka Anda harus merasakan bagaimana rasanya gemetar, berkeringat, ‘blank’ di depan ratusan bahkan ribuan orang, itu akan menjadi pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga.

Bagaimana Menguasai Writing?

Saya pertegas kembali tentu tidak ada hal yang instan, butuh proses dan ketekunan untuk berlatih karena sebagian orang memahami Writing atau menulis secara sempit hanya tentang kemampuan merangkai kata demi kata semata.

Di coaching menulis, Anda akan mempelajari bagaimana membuat kerangka tulisan, mengaktifkan imajinasi, menulis tanda baca dengan benar, memperkaya gagasan, memilih diksi, genre tulisan dan masih banyak lagi bahkan Anda akan mendapatkan informasi bagaimana menulis buku dan menerbitkannya.

Karena Writing atau menulis adalah skill maka harus dilatih dengan memperbanyak menulis dimulai dari kalimat-kalimat bijak, puisi, cerpen hingga buku baik itu fiksi maupun non fiksi.

Semakin banyak naskah tulisan semakin mahir seseorang dalam menulis dan akan menemukan genre tulisannya.

Dari dua skill ini ada satu hal yang manjadi sumber utama dari keduanya yakni membaca.
Pembicara yang baik adalah pembaca yang habat karena Anda tidak akan bisa berbicara dengan baik tanpa pengetahuan.

Begitu pun penulis yang baik adalah pembaca yang tekun karena Anda tidak dapat menulis dengan baik tanpa pengetahuan.

Dengan banyak membaca Anda menambah ilmu pengetahuan, mengaktifkan imajinasi, memperkaya pembendaharaan kata dan yang utama Anda sedang meningkatkan kualitas diri. (*)

Komentar

Berita Terkait