Muhammadiyah Palopo Bersuara, Minta Pelaku Penganiayaan Imam Masjid Segera Ditangkap
PALOPO, TEKAPE.co – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palopo, mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap Ahmad Andis, imam Masjid As-Salam Benteng, Kota Palopo.
Desakan tersebut disampaikan PDM Palopo pada Ahad (3/5/2026), menyusul dugaan penganiayaan yang dialami Ahmad, usai salat Asar pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 15.50 Wita.
Ketua PDM Kota Palopo, Prof Dr Salju, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan tindakan kekerasan terhadap seorang imam masjid tidak dapat dibenarkan.
BACA JUGA: Dua Pelaku Penikaman di Gowa Menyerahkan Diri, Korban Sempat Kritis
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan agar tercipta kedamaian dan menghindari segala bentuk premanisme serta anarkisme,” kata Salju dalam pernyataan tertulis.
Senada dengan itu, Sekretaris PDM Kota Palopo, Prof Dr Hadi Pajarianto, menekankan pentingnya penanganan hukum yang cepat dan transparan.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara cepat, adil, transparan, dan profesional,” ujar Hadi.
BACA JUGA: Dugaan Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo Berujung Saling Lapor
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi tak lama setelah korban keluar dari area masjid usai menunaikan salat Asar.
Situasi disebut mulai memanas ketika seorang perempuan menunjuk-nunjuk korban.
Korban mengaku dipukul dari arah belakang hingga terjatuh setelah tersandung tumpukan pasir di sekitar lokasi.
Saat berada di bawah, korban kembali menjadi sasaran kekerasan.
Ahmad juga mengaku mengalami pemukulan berulang, bahkan dadanya diinjak dan diserang menggunakan batu bata oleh pelaku.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian pelipis, wajah, kepala, hingga dada.
Sebelum insiden terjadi, korban diketahui sempat menegur sejumlah anak-anak dan remaja yang membuat kegaduhan di dalam masjid menggunakan pengeras suara.
Teguran tersebut diduga memicu ketegangan yang berujung pengeroyokan.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian itu ke kepolisian pada malam hari setelah peristiwa berlangsung.
Sejumlah barang bukti seperti hasil visum dan rekaman CCTV juga telah diserahkan kepada penyidik.
Dalam pernyataannya, PDM Kota Palopo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Mereka juga meminta seluruh pihak mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat berwenang.
Selain itu, organisasi otonom Muhammadiyah turut diminta untuk mengawal proses hukum secara damai, adil, dan transparan. (*)





Tinggalkan Balasan