Limbah SPPG Jawi-Jawi 02 Diduga Cemari Irigasi Sawah, Petani Desak BGN Sulsel Turun Tangan

Kondisi dugaan aliran limbah IPAL Dapur SPPG Jawi-Jawi 02 yang dikeluhkan petani karena diduga mengalir ke saluran irigasi dan lahan persawahan warga di Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. (ist)

BULUKUMBA, TEKAPE.co – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jawi-Jawi 02 yang berlokasi di Jalan Karet, Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, kembali menjadi sorotan. Kali ini, dugaan aliran limbah dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masuk ke lahan persawahan warga memicu keresahan petani.

Para petani mengkhawatirkan aliran limbah tersebut berdampak terhadap lahan pertanian, terutama saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah mereka.

Syukri, salah seorang pemilik sawah, menilai keberadaan fasilitas pengolahan limbah di SPPG semestinya dapat memastikan seluruh limbah operasional diolah dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

BACA JUGA: Rekaman Video Diserahkan, Kuasa Hukum Minta Polisi Tak Berhenti pada Lima Tersangka

Terlebih, jika aliran limbah tersebut berpotensi masuk ke area persawahan produktif milik warga.

Kondisi ini mendorong petani meminta agar pengelolaan IPAL SPPG Jawi-Jawi 02 segera dievaluasi dan diperbaiki. Mereka khawatir persoalan tersebut terus berlarut-larut hingga menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap sektor pertanian.

Petani juga mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Selatan turun langsung meninjau kondisi IPAL di dapur SPPG tersebut.

BACA JUGA: Tantang Bongkar Judi Sabung Ayam, Kapolres Tana Toraja: Anggota Terlibat Bakal Diproses Hukum

Syukri berharap BGN Sulsel berkoordinasi dengan pihak pengelola SPPG serta instansi teknis terkait untuk memastikan sistem pengolahan limbah berfungsi sesuai ketentuan dan tidak lagi mengalir ke saluran irigasi maupun lahan persawahan warga.

“IPAL harus segera diperbaiki. Jangan sampai limbah terus mengalir ke sawah dan merugikan petani. Kami berharap BGN Sulsel turun langsung melihat kondisi di lapangan,” katanya, Kamis (5/11/2026).

Selain perbaikan teknis, pemeriksaan terhadap sistem pembuangan limbah juga dinilai penting untuk memastikan apakah IPAL telah berfungsi secara optimal atau justru membutuhkan pembenahan secara menyeluruh.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program pemenuhan gizi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat semestinya tidak menimbulkan keresahan bagi warga di sekitar lokasi operasional.

Hingga saat ini, pihak pengelola Dapur SPPG Jawi-Jawi 02 masih perlu memberikan penjelasan terkait dugaan aliran limbah ke lahan persawahan warga.

Peninjauan dari instansi berwenang juga diperlukan untuk memastikan kondisi IPAL, jalur pembuangan, serta potensi dampaknya terhadap saluran irigasi.

Syukri berharap BGN Sulsel tidak hanya menerima laporan, tetapi juga segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dan tidak kembali mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.

Perbaikan IPAL menjadi harapan petani agar lahan persawahan tetap terjaga dan saluran irigasi tidak tercampur limbah dari aktivitas operasional Dapur SPPG Jawi-Jawi 02.

(Sakril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini