Buntut 7 Mahasiswa Diduga Dipukul, Kantor PDAM Palopo Digeruduk, Massa Desak Pelaku Ditangkap

Massa mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Mangkaluku Palopo, Selasa (3/11/2026). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Aliansi mahasiswa kembali mendatangi Kantor Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026). Mereka mendesak aparat kepolisian memproses hukum pegawai PDAM yang diduga memukul tujuh mahasiswa saat demonstrasi sehari sebelumnya.

Massa mulai berdatangan ke kantor PDAM di Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka membawa bendera dan atribut organisasi sebagai bentuk protes atas insiden kekerasan yang terjadi dalam aksi demonstrasi, Senin (2/11/2026).

Setibanya di lokasi, mahasiswa langsung membakar ban bekas tepat di depan pintu masuk kantor PDAM. Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan orasi secara bergantian.

BACA JUGA: Dua Tahanan Kabur Saat Polisi Salat Dzuhur, Begini Kronologi Pelarian dari Polres Bulukumba

Dalam orasinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak pencopotan Direktur Utama PDAM Tirta Mangkaluku, Steven Hamdani.

Selain itu, mahasiswa meminta polisi segera menangkap dan memproses hukum pegawai yang diduga melakukan pemukulan terhadap peserta demonstrasi hingga menyebabkan tujuh mahasiswa menjadi korban.

Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas gabungan tampak berjaga di depan gerbang kantor PDAM untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

BACA JUGA: Mahasiswa Protes Krisis Air, Demo di Kantor Perumda TM Palopo Berujung Dugaan Penganiayaan

Berawal dari Demo Ricuh

Sebelumnya, demonstrasi yang digelar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya di Kantor Perumda Tirta Mangkaluku Palopo, Senin (2/11/2026), berakhir ricuh.

Insiden tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di masyarakat. Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah mahasiswa terlibat keributan dengan pegawai PDAM.

Bahkan, beberapa mahasiswa diduga menjadi korban penganiayaan oleh pegawai Perumda Tirta Mangkaluku.

Peristiwa tersebut kemudian memicu aksi lanjutan mahasiswa yang menuntut pertanggungjawaban pihak PDAM serta proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pemukulan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini