Khofifah Pimpin Panen Raya, Kontribusi Jagung Jatim Nyaris 30 Persen Nasional
BANYUWANGI, TEKAPE.co – Upaya peningkatan produksi jagung di Kabupaten Banyuwangi kembali ditunjukkan melalui panen raya kuartal IV yang digelar di Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil.
Panen raya berlangsung di kawasan Green Farm yang selama ini dikenal sebagai pusat pelatihan pertanian modern dan terpadu di Banyuwangi.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan kontribusi produksi jagung terbesar secara nasional.
Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan gerakan Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan.
“Jawa Timur sudah melewati ketahanan pangan dan saat ini menuju kedaulatan pangan. Ini berkat kolaborasi semua pihak,” kata Khofifah.
BACA JUGA: Dua Proyek Strategis PT Vale Warnai HUT ke-66 Kolaka, Dorong Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan
Ia menjelaskan, produksi jagung pipilan kering Jawa Timur pada 2025 mencapai 4,8 juta ton.
Jumlah itu hampir dua kali lipat dibandingkan Jawa Tengah yang mencatatkan 2,8 juta ton, serta Sumatera Utara sebesar 1,3 juta ton.
Dengan capaian tersebut, kontribusi Jawa Timur terhadap produksi jagung nasional mendekati 30 persen. Artinya, hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering nasional dipenuhi dari provinsi tersebut.
“Saya mengapresiasi dukungan semua pihak mulai Kapolda Jatim, Bupati Banyuwangi, hingga gerakan Pramuka se-Jatim yang turut menggerakkan penguatan ketahanan pangan di daerah,” ujar Khofifah.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan, peningkatan produksi harus dibarengi dengan upaya menjaga kualitas hasil panen.
“Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut daerahnya secara konsisten mencatatkan surplus jagung.
Pada 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596,81 ton atau meningkat 19 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 209.078 ton.
Dengan kebutuhan daerah sebesar 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus 180.754,50 ton pada 2025.
Selain komoditas jagung, produksi beras Banyuwangi juga mengalami surplus.
Pada tahun yang sama, produksi beras mencapai 546.923,81 ton atau naik 7 persen dari tahun sebelumnya, dengan surplus 383.258,03 ton.
“Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian dan TNI. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi,” kata Ipuk.






Tinggalkan Balasan