Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Jembatan Maut Pajalesang Dibiarkan Rusak, DPRD Sentil Kelalaian Pemkot Palopo

Wakil Ketua II DPRD Palopo Alfri Jamil menyoroti lambannya penanganan jembatan gantung rusak di Kelurahan Pajalesang yang telah memakan korban jiwa. (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – DPRD Kota Palopo, menyoroti lambannya penanganan jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Sulawesi Selatan, yang hingga kini masih dibiarkan rusak meski telah memakan korban jiwa.

Kondisi jembatan yang memprihatinkan itu tetap memaksa warga melintas setiap hari lantaran tidak tersedia akses alternatif.

Situasi tersebut memicu kritik keras terhadap Pemerintah Kota Palopo dan Dinas PUPR yang dinilai abai terhadap keselamatan masyarakat.

BACA JUGA: Petani Sawit Menjerit, Ketua APKASINDO Sulsel Disorot karena Dinilai Tak Bergerak

Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, mengatakan peringatan terkait kerusakan jembatan sebenarnya sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah. Namun, hingga korban jatuh, langkah konkret perbaikan belum juga terlihat.

“DPRD Kota Palopo telah berulang kali menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Teknis yang dalam hal ini PUPR dan hal ini menjadi warning kepada Pemkot Palopo karena telah memakan korban,” kata Alfri Jamil, dikutip dari detikSulsel, Selasa (26/5/2026).

Politikus PDIP itu mendesak Dinas PUPR segera mengambil tindakan darurat agar jembatan tetap aman dilalui warga.

BACA JUGA: Janji Pemkot Belum Terealisasi, Warga Terpaksa Lewati Jembatan Rusak di Palopo

Menurut dia, pemerintah tidak bisa terus beralasan soal anggaran sementara masyarakat mempertaruhkan nyawa setiap hari.

“Bagaimanapun Pemkot juga harus sadar itu akses masyarakat, makanya seharusnya Dinas PUPR melakukan langkah taktis. Maksud saya langkah taktis di sini setidaknya dia memakai anggaran pemeliharaan dulu supaya bagaimana akses jembatan itu dapat dilalui oleh masyarakat,” ujarnya.

Alfri mengaku telah turun langsung meninjau lokasi dan berdialog dengan warga. Namun, dalam kunjungan tersebut, pihak Dinas PUPR disebut tidak menunjukkan keseriusan menghadiri keluhan masyarakat.

“Pelaporan jembatan ini hampir selalu kita terima saat reses, dan itu kami sudah sampaikan ke pemerintah kota melalui Dinas PUPR, kita terus menunggu full up-nya Dinas PUPR,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini