Janji Pemkot Belum Terealisasi, Warga Terpaksa Lewati Jembatan Rusak di Palopo
PALOPO, TEKAPE.co – Kondisi jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan setelah warga diketahui membuka palang pembatas dan tetap melintasi jembatan yang rusak tersebut. Padahal, jembatan itu sebelumnya telah menelan korban jiwa.
Pembatas jembatan sempat dipasang oleh warga dan pemerintah setempat setelah seorang warga bernama Marwan (50) tewas terjatuh saat melintas. Namun, dalam praktiknya, pembatas tersebut kembali dibuka oleh warga karena dinilai tidak ada akses alternatif lain.
“Baru 2 minggu ditutup na buka lagi, tidak bisa juga kita larang,” ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pajalesang, Marsam M, kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
BACA JUGA: Sudah Masuk 3 Besar, Siswi Makassar Ini Tersingkir dari Paskibraka Nasional
Marsam mengatakan warga tetap melintasi jembatan karena kebutuhan mobilitas harian, termasuk anak sekolah, serta kondisi geografis yang menyulitkan saat musim hujan.
“Karena tidak adanya jalan lain yang nalewati (warga) apalagi musim hujan banyak air di sungai sehingga warga terpaksa buka palang,” katanya.
Ia mengakui jembatan tersebut masih digunakan meski dalam kondisi rusak dan berbahaya. Warga disebut menunggu janji perbaikan dari pemerintah kota yang hingga kini belum terealisasi.
BACA JUGA: Janji Perbaikan Tak Terwujud, Warga Masih Bertaruh Nyawa di Jembatan Palopo
“Ibu wali kota sendiri yang datang pada saat kejadian dan meninjau lokasi, dan pada saat musrembang kecamatan sudah dijanjikan oleh camat akan dipercepat pengerjaannya dan saya juga sudah sampaikan kepada warga untuk bersabar tapi sampai sekarang belum dikerja,” ujarnya.
Warga lainnya, berinisial DC, menyebut perbaikan jembatan telah masuk perencanaan dengan anggaran yang cukup besar, namun belum juga dikerjakan.
“Jadi cerita aslinya itu sudah direncanakan sejak tahun lalu, ibu wali datang kunjungan karena sudah matang gambar dan lain-lain, nominalnya itu Rp 8,6 miliar dan menggunakan dana balai Jeneberang provinsi dari pokir anggota DPR RI Andi Iwan Aras,” katanya.
“Cuma pascakejadian yang meninggal warga katanya dimajukan pekerjaan ke Maret, tapi entah kenapa hingga saat ini belum ada kejelasan,” tambahnya.
Hingga kini, warga masih terpaksa menggunakan jembatan tersebut meski dalam kondisi rusak dan berisiko tinggi, lantaran belum tersedianya akses pengganti yang layak dari pemerintah daerah. (*)






Tinggalkan Balasan