Jelang Iduladha, Disnakeswan Sulsel Pastikan Sapi Kurban Aman dan Cukup
MAKASSAR, TEKAPE.co – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulawesi Selatan memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Disnakeswan Sulsel mencatat stok ternak yang tersedia saat ini mencapai 81.875 ekor sapi, 5.354 ekor kerbau, dan 51.639 ekor kambing.
Kepala Disnakeswan Sulsel Taufiq mengatakan jumlah tersebut masih jauh di atas kebutuhan kurban masyarakat di Sulsel.
BACA JUGA: Perkuat Kinerja Pelayanan Publik, Bupati Irwan Lantik Pejabat Administrator dan Fungsional
“Ada 70 sampai 80 ribuan di Sulsel itu (sapi), pengalaman tahun lalu 50 ribuan saja terpotong di Sulsel, jadi itu cukup,” kata Taufiq kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan kebutuhan sapi untuk Iduladha tahun ini diperkirakan hanya sekitar 57 ribu ekor. Sementara kebutuhan kerbau sekitar 41 ekor dan kambing sekitar 4 ribu ekor.
Meski stok melimpah, Taufiq menilai aktivitas pembelian hewan kurban hingga saat ini masih belum terlalu ramai.
BACA JUGA: Sekolah Lansia Resmi Dibuka di Bua Luwu, Dorong Lansia Tetap Sehat dan Produktif
“Bahkan saya keliling ini masih lesu pembeli saya lihat. Biasanya mendekati beberapa hari bahkan ada setelah lebaran baru beli, karena tunggu harga yang stabil,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat kini cenderung membeli hewan kurban tepat pada hari Iduladha atau setelahnya.
Salah satu faktor yang memengaruhi yakni harga ternak yang diperkirakan lebih stabil bahkan menurun mendekati hari pemotongan.
Diketahui, pemotongan hewan kurban masih diperbolehkan hingga tiga hari setelah Iduladha.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Sulsel, Sriyanti Haruni menyebut permintaan hewan kurban tertinggi berasal dari Makassar, Gowa dan Bone.
“Kalau Kota Makassar untuk daerah penyuplai cukup banyak, salah satunya ada dari Sinjai. Kalau Gowa dan Bone, biasanya langsung. Mereka tidak mengambil dari luar, karena ketersediaan mereka mencukupi apalagi kalau Bone, karena sebagai daerah yang ternaknya cukup banyak, dan biasanya mereka menyuplai ke daerah,” kata Sriyanti saat dikonfirmasi.
Di sisi lain, Disnakeswan Sulsel juga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hewan ternak menjelang Iduladha, termasuk antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Kami tidak hanya antraks saja tetapi kan ada penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku) yang kita tahu baru-baru. Kami juga minta kewaspadaan masyarakat untuk mewaspadai penyakit-penyakit tersebut,” jelasnya.
Sriyanti menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus antraks di Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk PMK, vaksinasi terhadap hewan ternak masih terus dilakukan oleh petugas. (*)






Tinggalkan Balasan