Gereja di Palopo Terdampak Pelemparan Batu, Polisi Sebut Bukan Teror
Warga yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dengan melaporkannya kepada aparat kepolisian.
“Kami mohon bantuan dan dukungan masyarakat setempat untuk bersama-sama memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Jika memiliki informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian,” terangnya.
Ridwan turut menyoroti berkembangnya informasi yang mengaitkan insiden tersebut dengan aksi teror terhadap gereja.
Menurut dia, narasi semacam itu tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan dan berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Mari bergandengan tangan menjaga situasi tetap aman dan damai. Istilah teror gereja dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi dan menggiring opini ke arah isu SARA. Sekali lagi kami tegaskan, peristiwa yang terjadi di Lebang dan Lappo adalah perkelahian antar pemuda yang berujung pelemparan batu, sehingga mengenai rumah warga dan gereja. Jadi ini bukan teror terhadap gereja,” katanya.
Polres Palopo memastikan proses penyelidikan akan terus berlanjut hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut berhasil diungkap.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. (*)






Tinggalkan Balasan