oleh

Dosen Faperta UNCP Gelar Abdimas di Bone-bone: Pembuatan Media Penyuluhan Berbasis IT

PALOPO, TEKAPE.co – Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) gelar pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) di Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

Kegiatan berteman “Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian dalam Pembuatan Media Peyuluhan Berbasis IT” dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Bone-bone, Kamis 16 Juni 2022.

Kegiatan tersebut diikuti 30 Penyuluh Pertanian dari BPP Bone-bone dan BPP Tana Lili.

Adapun pemateri pada kegiatan yakni Dosen Faperta UNCP Ahmad Syukur Daming, S.Pd, M.Pd, Syamsuddin, SP., MP, dan Safaruddin, SP., MP.

Dekan Faperta UNCP Muhammad Naim, S.P., M.P mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Kepala BPP Bone-bone dan Koordinator(Kepala) BPP Tana Lili.

“Kami melaksanakan kegiatan rutin tiap semesternya sesuai Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian pada masyarakat yang menjadi salah satu kewajiban dosen untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Abdimas sejalan dengan program BPP yang sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada untuk diterapkan dalam penyuluhan.

Kepala BPP Bone-bone Sem Marannu, S.P., MP menyambut baik dan bersyukur kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di BPP Bone-Bone.

“Kami harapkan setelah kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas penyuluh di bidang IT yang ada diwilayahnya masing-masing,” ucapnya.

Sementara Fifi Henni, S.P., M.P selaku Kepala BPP Tana Lili, sangat mendukung abdimas yang dilaksanakan oleh dosen Faperta UNCP.

“Materinya sesuai dengan kebutuhan penyuluh teruma dalam pembuatan media penyuluhan yang menarik dan informatif kepada masyarakat. Kami harap setelah kegiatan ini ada tindak lanjut serta kegiatan pengabdian berikutnya bisa dilaksanakan di BPP Tana Lili,” tuturnya.

Kegiatan Abdimas bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus materi kepada para Penyuluh Pertanian dalam meningkatkan kapasitas pelaksanaan penyuluh pertanian melalui pembuatan media penyuluhan yang mudah, murah, menarik dan bermanfaat berbasis IT.

Setelah menerima materi, penyuluh diharapkan dapat menggunakan media penyuluhan yang dibuat dengan melihat potensi dan masalah pada masing-masing wilayah.

Penggunaan media penyuluhan berbasis IT akan memberikan dampak dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat khususnya petani.

Dalam dunia pertanian, akses teknologi informasi juga sudah merambah sampai ke seluruh pelosok pedesaan dengan adanya jaringan cyber yang semakin meluas. (rls)

Komentar

Berita Terkait