Detik-detik Kebakaran Rumah Kos di Palopo, Berawal dari Anak Bermain Korek Api
PALOPO, TEKAPE.co – Kepanikan melanda warga di Jalan Dr Ratulangi, kawasan Salubulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (18/6/2026) sore.
Api tiba-tiba berkobar hebat dan melalap dua unit rumah semi permanen yang salah satunya difungsikan sebagai rumah kos.
Kobaran api dengan cepat membesar hingga membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang-barang berharga.
BACA JUGA: Pemkab Lutim Respon Cepat Aduan Jalan Rusak Ussu-Batas Kota Malili
Informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari ulah seorang anak kecil yang bermain korek api di dalam kamar.
Percikan api kemudian mengenai kasur dan memicu kebakaran yang terus membesar hingga merembet ke bangunan lainnya.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palopo menerima laporan kejadian tersebut dari seorang warga bernama Asrit pada pukul 16.41 WITA.
BACA JUGA: Kadis Perkimtan Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Langsung Ditahan Polisi
Tak lama berselang, sejumlah armada pemadam langsung dikerahkan menuju lokasi guna menjinakkan amukan si jago merah.
Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palopo, Muhammad Nur Tandiwajang, mengatakan lima unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai diterjunkan dalam operasi tersebut.
“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat anak kecil yang bermain korek api di dalam kamar hingga membakar kasur dan menyebabkan api membesar,” ujar Muhammad Nur Tandiwajang.
Ia menjelaskan, bangunan yang terbakar terdiri atas dua unit rumah semi permanen. Salah satu bangunan diketahui merupakan rumah kos dua lantai.
Meski demikian, jumlah kamar kos yang terdampak masih belum dapat dipastikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka pada bagian wajah setelah terkena tetesan atau jatuhan bara api saat proses pemadaman berlangsung.
Petugas tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Palopo untuk mendapatkan penanganan medis.
“Petugas yang mengalami luka sudah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya dalam keadaan baik,” jelasnya.
Proses penanganan kebakaran sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang padat kendaraan.
Meski begitu, petugas tetap mampu menjangkau titik api menggunakan selang pemadam sehingga proses pemadaman dapat berlangsung efektif.
Setelah berjibaku melawan kobaran api selama sekitar satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran.
Operasi kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama kurang lebih satu jam untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang tersisa.
“Total penanganan berlangsung sekitar dua jam, terdiri dari satu jam pemadaman dan satu jam proses pendinginan,” tambah Muhammad Nur Tandiwajang.
Hingga kini, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut masih belum diketahui.
Sementara penyebab pasti kejadian dan total kerugian materi masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (*)






Tinggalkan Balasan