Cape Verde Bikin Sensasi di Piala Dunia 2026, Tahan Juara Eropa Spanyol
JAKARTA, TEKAPE.co – Kejutan besar tersaji pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Tim debutan Cape Verde sukses menahan imbang juara Eropa, Spanyol, dengan skor 0-0 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.
Sebelum turnamen dimulai, tak banyak yang menjagokan Cape Verde mampu memberikan perlawanan berarti. Apalagi, sesama tim debutan, Curacao, harus menelan kekalahan telak 1-7 dari Jerman pada laga pertamanya di Piala Dunia 2026.
Namun, Cape Verde menunjukkan cerita berbeda. Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika itu tampil disiplin sepanjang pertandingan dan berhasil menggagalkan upaya Spanyol untuk mencetak gol.
Padahal, La Furia Roja mendominasi permainan hampir di seluruh aspek. Tim asuhan Spanyol melepaskan 27 tembakan dan mencatatkan 734 operan selama 90 menit pertandingan.
Meski menguasai jalannya laga, Spanyol tetap gagal membobol gawang Cape Verde.
Statistik menunjukkan, sejak 1966 hanya ada satu tim yang mencatat jumlah operan lebih banyak di Piala Dunia tanpa mampu mencetak gol, yakni Spanyol sendiri saat menghadapi Maroko pada Piala Dunia 2022 dengan 926 operan.
Salah satu sosok paling menonjol dalam laga tersebut adalah kiper Cape Verde, Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil gemilang dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting.
“Bagi saya, merupakan sebuah kehormatan untuk mewakili negara yang saya cintai,” ujar Vozinha seperti dikutip dari The Athletic.
Menurutnya, keberhasilan Cape Verde tampil di Piala Dunia merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak mudah.
“Kami berasal dari tempat yang sangat kecil, dan jalan kami menuju kelolosan juga sangat sulit,” katanya.
“Hari ini mimpi kami menjadi kenyataan dengan bisa bertanding melawan tim seperti Spanyol. Saya sangat bangga kepada semua orang yang terlibat dalam proses tersebut,” sambungnya.
Hasil imbang melawan Spanyol menjadi catatan bersejarah bagi Cape Verde. Negara dengan populasi sekitar 525 ribu jiwa itu tercatat sebagai negara ketiga dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah tampil di Piala Dunia, hanya berada di belakang Islandia dan Curacao.
Usai pertandingan, Vozinha mengaku tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia bahkan menangis mengenang orang-orang terdekat yang tidak bisa menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.






Tinggalkan Balasan