oleh

Dana FKN Belum Mengucur, Kompleks Istana Kedatuan Luwu Butuh Pembenahan

PALOPO, TEKAPE.co – Dua bulan jelang Festival Kraton Nusantara (FKN) XIII yang akan dipusatkan di Kota Palopo, dana pelaksanaan kegiatan belum juga mencair.

Padahal banyak anggaran dibutuhkan untuk pembenahan fisik di kompleks Istana Kedatuan Luwu.

Di sisi lain, jadwal pelaksanaan event bertaraf internasional itu sudah tak lama lagi. Rencananya, pembukaan FKN digelar 9 September 2019 mendatang.

Dari pantauan Tekape.co, Kamis 20 Juni 2019, kompleks Istana Kedatuan Luwu, yang akan dijadikan salah satu pusat kegiatan, tampak masih banyak yang perlu dibenahi.

Pagar Istana Kedatuan Luwu tampak belum dipoles. Masih banyak tampak lumut dan cat yang telah pudar.

Sementara di bagian Istana Langkanae juga demikian. Tampak lusuh. Belum ada pembenahan khusus, termasuk toilet bagian belakang Istana Langkanae. Namun perlahan sudah ada aktivitas penimbunan halaman Istana. Rumput juga sudah ada sebagian dirapikan.

Sesuai jadwal, Istana Kedatuan Luwu nanti, akan dijadikan gala dinner raja se nuasantara.

Tidak hanya diramaikan raja dan ratu dalam negeri, namun juga akan dihadiri raja dari Brunai Darussalam dan Malaysia.

Kepala Kesekrerariatan Kedatuan Luwu, Andi Adnan Baso, yang dikonfirmasi, Kamis siang, mengatakan, belum adanya pembenahan dan persiapan penyambutan FKN dikarenakan anggaran yang masih dalam tahap proses.

“Setelah ada dana, baru kita akan menyisihkan untuk pembenahan kompleks Istana Kedatuan,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengurusan pencairan. Ia berharap, paling lambat pekan depan sudah bisa selesai.

“Saat ini anggaran pelaksanaan FKN masih dalam tahap proses, kita masih menunggu anggaran tersebut dari Pemerintah di empat Kabupaten/Kota se Luwu Raya, ditambah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” terang Andi Adnan, yang juga Sekretaris Dinas Kebudayaan Palopo ini.

Andi Adnan juga mengatakan, anggaran itu dalam bentuk dana hibah dari empat kabupaten/kota dan Pemprov itu, semuanya Rp5 miliar atau Rp1 miliar per daerah.

“Jadikan nanti dalam pelaksanaanya, bangunan yang dipakai oleh para raja beserta dewan adatnya, yakni bangunan adat dimana ada wala sujinya, serta bangunan yang terbuat dari Kayu,” terang Andi Adnan.

Dalam pelaksanaan FKN nanti, akan banyak menampilkan pegelaran seni dan kebudayaan, yangdi mulai dari tanggal 6-12 September 2019. Sedangkan pembukaan FKN dijadwalkan 9 September 2019.

Beberapa agenda dalam pelaksanaan FKN itu, yakni macceratasi, welcome dinner, pesta rakyat, serta Musyawarah Agung. (Bolang)

Komentar

Berita Terkait