Cegah Stroke hingga Kerusakan Ginjal, Bupati Morut Gandeng Pakar Bedah Saraf Nasional

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, saat membuka Seminar Ilmiah dan Kuliah Umum tentang kesehatan otak bersama pakar bedah saraf nasional, Prof. Eka Julianta Wahjoepramono, di Kantor Bupati Morowali Utara, Jumat (6/11/2026). (ist)

MORUT, TEKAPE.co – Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menghadirkan pakar bedah saraf nasional, Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, SpBS (K), PhD, dalam Seminar Ilmiah dan Kuliah Umum bertajuk The Amazing Human Brain & Potential Catastrophe, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak serta mengenali risiko penyakit saraf.

Bupati Delis mengaku bangga atas kesediaan Prof. Eka datang langsung ke Morowali Utara untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang kedokteran, khususnya bedah saraf.

BACA JUGA: Pengangguran Makassar Masih 9,80 Persen, Pemkot Dorong Perusahaan Turun Tangan Lewat CSR

Ia bahkan mengungkapkan bahwa Prof. Eka merupakan salah satu sosok akademisi yang dikaguminya sejak masih menempuh pendidikan kedokteran.

“Beliau merupakan salah satu guru besar idola saya ketika masih menjadi mahasiswa kedokteran. Kepakarannya tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional. Kehadiran beliau di Morowali Utara menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan yang sangat berharga bagi kita,” kata Delis.

Menurut Delis, seminar tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan akademis, tetapi juga harus menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit dan menjaga kualitas hidup.

BACA JUGA: Disaksikan Bupati, Lutim Gilas Gowa 2-0 Puncaki Grup D Porprov XVIII Sulsel

Ia mencontohkan masih adanya informasi keliru yang berkembang di masyarakat terkait penggunaan obat hipertensi. Salah satunya anggapan bahwa mengonsumsi obat tekanan darah tinggi secara rutin dapat merusak ginjal.

Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol justru berpotensi menimbulkan kerusakan pembuluh darah, mengganggu fungsi ginjal, hingga meningkatkan risiko stroke.

“Masih sering kita temukan pemahaman yang keliru mengenai kesehatan. Ada anggapan bahwa mengonsumsi obat hipertensi secara teratur dapat merusak ginjal. Padahal, hipertensi yang tidak terkontrol justru bisa menimbulkan komplikasi serius, termasuk stroke,” jelasnya.

Karena itu, Delis berharap materi yang disampaikan dalam seminar dapat diteruskan kepada masyarakat melalui tenaga medis, kepala puskesmas, pengurus TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, hingga pengelola Posyandu Lansia.

Ia menilai penyampaian informasi kesehatan yang tepat menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit.

Sementara itu, Prof. Eka Julianta Wahjoepramono menekankan pentingnya pemerataan pengetahuan dan pelayanan kesehatan spesialistik hingga ke daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini