Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bupati Jember Tinjau TPA Pakusari, Proyek Pengolahan Sampah Modern Segera Dimulai

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat melakukan peninjauan di TPA Pakusari sebagai bagian dari persiapan transformasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Jember. (ist)

JEMBER, TEKAPE.co -Pemerintah Kabupaten Jember mulai mempersiapkan pembangunan sistem pengelolaan sampah modern sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola persampahan di daerah.

Langkah tersebut ditandai dengan peninjauan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Sabtu (27/6/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum dimulainya proyek pengolahan sampah yang akan didukung investasi bernilai sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.

BACA JUGA: Permudah Urusan Adminduk, Pemkab Jember Hadirkan Sidang Terintegrasi di Dispendukcapil

Program tersebut merupakan bagian dari percepatan pengembangan pengelolaan sampah yang didorong pemerintah pusat, dengan Jember menjadi salah satu dari sekitar 20 daerah yang terpilih.

Menurut Gus Fawait, persoalan sampah membutuhkan solusi yang lebih menyeluruh dan tidak lagi bergantung pada pola penanganan konvensional.

Ia menilai sistem baru diperlukan agar mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah dalam jangka panjang sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

“Persoalan sampah sudah terlalu lama menjadi pekerjaan rumah kita. Sekarang saatnya berfokus pada penyelesaiannya. Alhamdulillah, Jember mendapat kesempatan besar melalui investasi ini untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fasilitas yang akan dibangun dirancang menggunakan teknologi modern untuk mengolah sampah menjadi energi listrik dan berbagai produk bernilai tambah dengan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan proses pembangunan dimulai pada Agustus hingga September 2026. Adapun fasilitas tersebut diharapkan mulai beroperasi pada April 2028.

Selain menjadi solusi atas persoalan persampahan, proyek tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Pemerintah daerah menilai keberadaan industri pengolahan sampah modern berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat posisi Jember sebagai pusat layanan pengelolaan sampah di kawasan Tapal Kuda ketika kapasitas pengolahannya telah optimal.

Meski demikian, Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada investasi maupun teknologi yang digunakan.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor penting melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

“Teknologi hanyalah alat. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Jika budaya memilah sampah mulai diterapkan dari rumah tangga, saya optimistis persoalan sampah di Jember dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini