Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bentrok Warga Kembali Pecah di Walenrang, Jalan Trans Sulawesi Lumpuh

Aparat kepolisian berupaya membubarkan massa yang terlibat bentrokan di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026). (ist)

WALENRANG, TEKAPE.co – Bentrok antarwarga kembali terjadi di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Senin (6/4/2026) sore, sekira pukul 17.30 Wita.

Insiden di Jalan Trans Sulawesi itu menyebabkan kemacetan kendaraan hingga sekitar lima kilometer.

Seorang sopir travel rute Bua–Morowali, Rahmat mengatakan, arus lalu lintas tidak dapat dilalui akibat bentrokan tersebut.

BACA JUGA: Motor Nyaris Dibawa Kabur, Karyawan Dapur SPPG Dibacok Komplotan Begal

Ia bersama pengendara lain terpaksa memutar balik dan mencari jalur alternatif melalui Kelurahan Salutete, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

“Tidak bisa lewat, langsung putar balik lagi semua mobil,” kata Rahmat.

Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, menyatakan bentrokan melibatkan dua kelompok warga yang sama seperti insiden sebelumnya, yakni dari Desa Kalibammase dan Desa Baramamase.

BACA JUGA: Diduga Lecehkan Siswi, Guru SMA di Sinjai Diciduk Polisi

Kedua desa tersebut bertetangga dengan jarak sekitar dua kilometer.

“Iya, masih kelompok yang sama, Desa Kalibammase dan Baramamase,” ujar Yakobus, Senin malam.

Menurut dia, bentrokan kembali pecah setelah adanya provokasi dari salah satu kelompok.

Namun, situasi tidak berkembang lebih luas karena pihak lain tidak terpancing dan aparat yang berjaga segera melakukan penghalauan.

“Kelompok pemuda melakukan provokasi, cuman kelompok sebelah tidak terpancing. Aparat juga ikut menghalau,” katanya.

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu mengatakan, pihaknya masih berupaya menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami tetap berupaya, tapi saat ini kondisi sudah landai,” ujarnya.

Polisi menduga bentrokan kembali terjadi setelah sebagian personel ditarik dari lokasi.

Aparat kini masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan.

Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki penyebab bentrokan, termasuk memburu pelaku yang mengakibatkan korban jiwa pada insiden sebelumnya.

“Sementara penyelidikan, kami masih dalami. Personel masih di lokasi,” ujarnya.

Sebelumnya, bentrokan yang terjadi pada Minggu dini hari menyebabkan seorang pelajar, Ifwanul Gunawan (16), meninggal dunia.

Korban merupakan warga Desa Lempe Pasang, Kecamatan Walenrang Barat, dan sempat dirawat di RSU Sawerigading, Kota Palopo, akibat luka terbuka di bagian perut.

Selain korban tewas, empat orang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Di antaranya seorang pelajar berinisial R (17) yang mengalami luka di bagian dada, serta Abdi (18) yang diduga terkena peluru senapan angin di bagian betis.

Seorang petani, Aswang (41), juga mengalami luka di bagian perut dan masih dirawat di rumah sakit.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini